MOTOR SUPER SETIA DAN STRONG AKAN SEGERA PENSIUN

BY Arief Hidayatullah IN , , , , No comments


Assalamualaikum,
Bismillah..

Sabtu, 17 Maret 2018
Bengkel Resmi Motor Honda, Cibubur - Jakarta Timur

Jadwal rutin setiap sebulan sekali dihari sabtu atau minggu saya pasti melakukan service kuda besi setia saya hampir selalu di bengkel yang sama. Sangat jarang sekali saya terlambat untuk melakukan service, yah dalam 3 tahun terakhir yang saya ingat betul hanya telat satu kali sehingga terlewat sebulan dikarenakan padatnya aktivitas saya sebagai anggota Polri dan Financial Consultant. Walaupun tempat tinggal saya sekarang berada di Jakarta Selatan, saya sudah nyaman dan percaya kepada teknisi - teknisi terampil di bengkel resmi langganan saya di Cibubur - Jakarta Timur. Agak siangan sedikit datang ke bengkel itu pasti dapet nomer antrian berangka besar.
Pertanyaan yang sama saya terima setiap bulannya ketika menyerahkan kunci untuk antri di bengkel itu "Motor nya apa pak? Plat Nomernya Berapa? Ganti Oli? Olinya yang apa? Apa ada keluhan?"
Daaaannn... dengan jawaban yang samalah saya jawab "Honda Revo, B*****OX, Yup ganti oli yang bagus mbak, cek aja service semua kalau ada yang perlu diganti ganti aja sama yang baru"

Sekian lama menunggu akhirnya si tangguh masuk ke ruang perawatan, sang teknisi bongkar sana bongkar sini dan apabila ada laporan dari teknisinya "pak ini habis.. pak ini kotor... pak ini mesti diganti.."
Saya selalu menjawab "ganti aja sama yang baru, apapun yang perlu diganti.. ganti aja"

Namun hari itu laporan yang kurang mengenakan dari teknisi "pak ini mesti diservice dan diinapkan kurang lebih 3 hari disini karena mesinnya bla.. bla.. bla..(saya gak paham dan sudah gak fokus setelah kalimat rawat inap 3 hari), yah paling Sabtu ini masuk.. Senin baru dikerjain kira Rabu udah selesai, Kamis bisa diambil.
"Kira - kira berapa mas biayanya?"
"Paling minimal Rp. 1.000.000,-, tapi kalau bapak mau pakek pun ini motor masih bisa jalan"
"Yasudah saya pakek dulu mas, soalnya buat transportasi kesana kemari kerja saya"
"Baik pak, saya kerjakan apa yang saya bisa kerjakan"

Dan sampai saat ini masih saya pakai, karena belum sempat service kembali. Sebenarnya banyak sih solusinya :
1. Saya titipkan di bengkel, kemudian selama 3 sampai 4 hari ke depan saya menggunakan transportasi umum / online.
2. Saya beli tunggangan baru, tunggangan lama saya jual.
3. Pake mobil pribadi (jujur saya gak nyaman berangkat kerja menggunakan mobil di Jakarta, MACET! lebih nyaman pakai motor bisa efisien di jalur macet sekalipun)
3. Opsi lain yang belum saya pikirkan.

Dalam perjalanan saya berpikir, motor sudah saya isi dengan pertamax dan sesekali pertamax plus / turbo, gak pernah sekalipun saya isi premium. Oli saya berikan selalu yang terbaik. Apabila ada rusak sedikit pasti sparepart saya ganti baru, segalanya paling bagus. Masih kena service besar juga ya, hmmm.. Sudah masuk usia "tua" motor berarti. Kemudian saya bandingkan diri saya dengan motor, dalam aktivitas kerja saya tergolong sangat padat dengan mobilitas tinggi. Saya yang menungganginya aja kadang kerasa capek banget, apalagi motor itu yah. Kalau motor itu diibaratkan manusia, berarti manusia yang tanggung luar biasa dengan stamina tinggi.

Kalau misal manusia gimana ya?
Sudah dijaga kesehatan sedemikian rupa, kalau ALLAH SWT bilang sakit mau gimana?
Sudah berhati - hati, kalau ALLAH SWT bilang kena kondisi kritis gimana?

Kemudian saya hubungkan dengan program Asuransi Syariah..
Dampak dari motor rusak, imbasnya ya ke si penggunanya. Apapun jadi terhambat dari segi transportasi dan lain - lain
Dampak dari si pencari nafkah / tulang punggung keluarga / Suami / Kepala Keluarga sakit atau kena kondisi kritis gimana? Imbasnya ke keluarganya.

Sama seperti ojek online. Motor rusak, gak bisa narik. Kalau gak bisa narik, gak dapet duit. Kalau gak dapet duit, gak bisa isi deposit, isi bensin, beli beras, jajan anak, makan dan ngerembet ke lain - lainnya.

Bagaimana cara meminimalkan resiko terhadap keluarga yang kena imbasnya?
Selain berdoa kepada ALLAH SWT, buat satu program perencanaan atau tabungan untuk antisipasi hal tersebut. Dengan menabung bukan berarti kita tidak percaya dengan ALLAH SWT? Gak.. Gak gitu..

Ada Jasmani dan Rohani.
Jasmani untuk berusaha / ikhtiar.
Rohani untuk meminta / doa kepada SANG KUASA.

Dengan adanya tabungan, kita mengantisipasi imbas dari "kita gak bisa cari nafkah"
Dengan adanya program asuransi syariah, kita mengantisipasi imbas beban kepada keluarga kita.

Dengan ikhtiar, motor tersebut saya service dengan fasilitas terbaik.
Dengan ikhtirar, kita siapkan tabungan agar imbas tersebut tidak terlalu menjadi beban keluarga.

Dengan doa, kita pasrah dan percaya kepada ALLAH SWT.


Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant Shari'a
081280155666
Follow Instagram

Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik.

0 komentar:

Posting Komentar

Kualitas diri anda tercermin dari tulisan yang anda tuliskan.
Berkomentar yang santun dan saling menghargai pendapat orang lain adalah sikap dari manusia yang berbudi luhur.
Mohon tidak menanamkan link yang tidak berbuhungan dengan topik pembahasan.
Salam
Arief Hidayatullah. SH