Assalamualaikum..
Bismillah..
Sebuah kalimat yang luar biasa apabila kita mengawali segala sesuatu dengan kalimat tersebut (Bismillah) dari yang tadinya biasa akan menjadi super spektakuler luar biasa. Suatu kalimat yang apabila diucapkan diawal kita melakukan segala hal akan menjadi ridho Nya. Apakabar teman - teman pembaca sekalian? Mudah-mudahan selalu diberikan yang terbaik oleh Nya.

Saya sering mendapatkan jawaban dari orang - orang ketika belum terbuka hatinya untuk mengikuti program Asuransi Syariah. Banyak kalimat yang berbeda namun inti artinya sama yaitu mereka belum tergugah dan beberapa kalimat tersebut yang sering dengar kemudian saya tanggapi dalam hati "iya betul, tapi bukan begitu maksudnyaaaaa.....".

"ah sudahlah gampang itu.. buat program keuangan kuliah / pendidikan anak saya, nanti papanya kerja keras mas dan yakin dengan janji rejeki Allah 😀"

"rejeki udah ada yang atur, kalaupun saya meninggal Allah akan mengatur rejeki anak dan istri saya. Ikut Asuransi (Konvensional) artinya saya gak beriman"

"Gak ada jaminan loh ikut Asuransi, yang penting perbanyak sedekah, amal soleh dan kebaikan pasti bahagia dunia akhirat"

Apa saya menyangkal kalimat tersebut di atas? Gak pernah, beneran deh sumpah saya gak pernah menyangkal kalimat -kalimat tersebut. Lah emang kenyataannya seperti itu kan!

Tapi kalau saya pikir, gak sebanding atau gak pas lah apabila Sang Maha Segalanya disamakan dengan Asuransi. Masa sih Allah dibandingin sama Asuransi Jiwa (baca : Asuransi Kehidupan)? Masa sih Allah dibandingin sama Asuransi Kesehatan? Masa sih Allah disamain sama Investasi Unitlink?

DUAAAAAR!!!!

Bukan! Bukan gitu, gimana bisa kita bandingin Dia dengan Asuransi tersebut? Lah wong Dia yang menguasai Jiwa, Kesehatan dan Rejeki kita ya to?

Asuransi itu cocoknya disamain sama sendal, sepatu, pelindung lutut, pelindung siku atau helm!
Sendal gak akan bisa ngejamin si yang memakainya untuk terhindar dari tembusan paku atau beling.
Sepatu gak akan bisa ngejamin si pemakainya tersandung batu atau kaki meja, walaupun harga sepatu yang dibeli harganya selangit.
Pelindung lutut dan siku sama juga sih, gak akan ngejamin si pemakainya apabila jatuh tidak akan luka serius.
Helm! Ya apalagi helm. Gak akan ngejamin pemakainya terbebas dari kecelakaan berkendara. Ya kalau jatoh mah jatoh aja, udah Takdir Allah.

Tapi..... Hal tersebut diatas mampu meminimalkan resiko yang terjadi.
Sendal dari panasnya jalan dan tajamnya batu kerikil..
Sepatu dari nyerinya jempol apabila kesandung batu atau kaki meja..
Pelindung lutut dan siku dari lecetnya apabila terjatuh yang dimana luka lecet disitu akan sangat menyiksa, sungguh beneran deh nyiksa bener jadi nya tangan atau kaki kita susah ditekuk apalagi pakai celana panjang.
Helm melindungi dari banyak hal..





Punya Asuransi bukan berarti teman - teman pembaca menjadi sakti mandraguna (bukan mandragade ya), tidak akan ngejamin juga anti sakit dan hidup abadi. Asuransi CUMA meminimalkan resiko, saya ulangi ya.. Asuransi CUMA meminimalkan resiko, sekali lagi saya ulangi biar dapet piring cantik karena ngulangnya udah 3x.. Bahwa Asuransi CUMA meminimalkan resiko.

Dan apasih yang bisa diminimalisir dengan CUMA Asuransi? Dengan Asuransi, teman - teman pembaca bisa meminimalisir :
1. Biaya rumah sakit yang notabenenya tiap tahun makin mahal.
2. Selain jiwa dan raga seseorang meninggal, maka penghasilannya / income nya pun akan ikut meninggal bersamanya sehingga bisa meminimalkan resiko keluarganya akan TERKAGET dikarenakan penghasilan seorang kepala keluarga tiba - tiba menghilang.
3. Apabila butuh dana darurat atau persiapan bekal masa depan pendidikan anak bisa bermanfaat atau bahkan untuk dana pensiun kita.

CUMA itusih sebuah Asuransi, jadi please deh jangan suka bandingin dengan Allah Yang Maha Kuasa levelnya udah tinggi banget gak terbatas.

Kalau yakin gak bakal jatoh, gakpapa sih gak usah pake Helm, pelindung dan lain- lain.
Kalau yakin motor bakal sampe tujuan, coba deh gak usah isi bensin.

Saran sih, temen - temen pembaca cobalah ayo jaga kesehatan, akhlak di dalam keluarga, perbaiki ekonomi kita dan tentunya punya Asuransi Kehidupan.

Yah Wallahualam saja deh, Saya sih cuma ikhtiar aja ngasih yang terbaik buat keluarga saya sendiri, kamu dan juga orang sekitar.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram


Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik.


Assalamualaikum.
Bismillah, suatu kalimat yang sangat terahmati dan menghasilkan berkah apabila kita mengucapkannya disetiap kita melakukan sesuatu yang baik. Sudah kurang lebih 3 bulan tidak membuat artikel menarik terkait perencanaan keuangan. Sekarang ini saya mau membahas perencanaan keuangan di Asuransi itu seperti anda membeli sepiring nasi goreng. Anda bisa memilih nasi goreng seperti apa sesuai menu yang disajikan. Bisa pesan nasi goreng telur, nasi goreng ayam, nasi goreng ati ampela atau nasi goreng sosis dan masih banyak lagi. Dalam asuransi kebanyakan yang diketahui masyarakat adalah paket perlindungan biaya apabila terjadi resiko dalam kesehetan dan jiwa (baca : kehidupan).

Sebenarnya sama halnya dengan analogi nasi goreng tadi, teman - teman pembaca bisa memilih jenis nasi goreng apa yang diinginkan, bahkan hanya nasi kemudian di goreng pun judulnya tetap nasi goreng. Untuk informasi bagi teman - teman pembaca ketahui dalam Asuransi Jiwa (sekali lagi bacanya adalah Asuransi Kehidupan), bisa kalian pilih apakah mau satu paket yaitu asuransi jiwa, kesehatan, investasi dan pembebasan premi? Apakah Asuransi Jiwa dan Kesehatan saja tanpa investasi? atau Asuransi Jiwa dan Investasi? eh bisa juga Asuransi Jiwanya saja (nasi digoreng saja tanpa telur, sosis, ayam dll). Penasaran? Silahkan hubungi nomer di bawah ini atau kepada orang yang membagikan tulisan ini.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram

Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik.