UANG GAK BALIK FULL! SEMOGA BERKAH BUAT PERUSAHAAN ASURANSI DAN AGENTNYA!

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , , No comments



Assalamualaikum, Semoga ALLAH senantiasa melindungi saudaraku yang membaca tulisan ini dan juga diberikan karunia berupa ilmu dan harta halal melimpah serta kesehatan, kelancaran segala urusan, diberikan yang terbaik dari ALLAH. Karena DIA lah yang maha pengasih, penyayang, merawat ciptaan Nya.

Bismillah. Qadar Allah, dari seorang sahabat yang terbesit keinginan menutup polisnya kemudian mengeluarkan bentuk kalimat kekecewaan sehingga saya terinsipirasi membuat tulisan ini.

Kali ini kita bahas (lagi) tentang Asuransi Syariah. Menjawab keberatan nasabah tentang isu Mengambil Harta Dengan Cara Dzolim. Keberatan ini seringkali muncul ketika nasabah menyadari bahwa nilai tunainya tidak seperti yang beliau harapkan ketika diawal membuka polis Asuransi Syariah. Ada kemungkinan yang terjadi :
1. Bisa jadi memang si agennya kurang tepat menggambarkan ketidakpastian investasi sehingga nasabah berpikir tidak sesuai dengan yang agen maksudkan tentang porsi investasi di Asuransi Unitlink;
2.  Atau mungkin aja sih dan ini yang kebanyakan saya temukan bahwa emang pemahaman nasabah terhadap agen yang emang belum sesuai.

Jadi, ketika ternyata investasinya TIDAK sebesar jumlah premi yang dibayarkan, maka muncullah stigma bahwa Asuransi mengambil harta dengan cara yang tidak baik (batil). Sebenarnya topik ini dapat saja terjadi di penjualan apa saja. Mari kita ambil contoh yang sederhana.

Ketika seseorang membeli sebuah jenis makanan, sering ditanya :

"Dek, mau toppingnya 2 atau 3?"

Kemudian si adik bilang "dua aja mbak..." (si adik memilih angka yang kecil karena khawatir uangnya tidak cukup)

Dan ketika membayar, sang kasir bilang "Dek, uangnya kurang Rp. 5.000,-"

Si Adik bengong, sambil menunjuk harga di papan.

Dan sang kasir bilang "Oh, kalau itu harga dengan 1 topping dek. Tadi adek kan mau 2 topping, jadi ada tambahan Rp. 5.000"

Bisa ya dirasain ini?
Kalau anda ada di posisi si adek ini. Bagaimana anda ingin diperlakukan?
.
.
.
.
.
.
.
.
Ya benar, kalau saya tebak pikiran anda, mungkin anda berpikir seperti ini :
Sebaiknya penjualnya menjelaskan harga 1,2 dan 3 topping pada si adek. Sehingga adek dapat memili dengan baik dan terbuka.

Baik. Semoga kita sudah dapat esensinya tentang mengambil harta dengan cara yang kurang tepat.

Maksudnya apa?
Bukankah si adek mendapatkan apa yang dia bayar walau Rp. 5000,- lebih mahal?

Sama seperti Asuransi (Syariah). Jadi ide awalnya adalah, ceritakan mekanisme alur uang calon nasabah.


Premi
.
.
.
Wakalah + Investasi
.
.
.
Biaya Asuransi
.
.
.
Iuran tabaru' yang dihibahkan

Intinya ya temen - temen, topik keberatan itu muncul bukan karena produknya. Melainkan adalah karena kekurangancakapan sebagian besar nasabah akan pemahaman tersebut atau dari sisi agennya menjelaskan aliran uang premi nasabah ketika mereka memiliki polis ini.


1. Ketika nasabah membayar premi Rp. 500.000,-, maka premi itu langsung dibagi 2 yaitu bagian proteksinya (1) dan bagian investasinya (2). Jika dijumlahkan poin 1 dan 2 = Rp. 500.000,-. 

2. Nah apa yang terjadi dengan biaya Rp. 350.000,-? Maka uang tersebut akan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu biaya wakalah (3) dan sebagian dialokasikan ke Pru saver (4). Di tahun pertama 80% dari Rp. 350.000,- dijadikan biaya wakalah menjadi Rp. 280.000,- (3). Setelah diambil menjadi biaya wakalah sebesar Rp. 280.000,-, maka sisanya yang Rp. 70.000,- akan dimasukan ke Pru Saver (4).

3. Lalu bagaimana dengan alokasi dana asli dari Pru Saver yang Rp. 150.000,- (2)? Uang tersebut akan diambil 5% dari Rp. 150.000,- sebagai biaya wakalah investasi (5) sebesar Rp. 7.500,- dan 95% dari Rp. 150.000,- yaitu Rp. 142.500,- menjadi investasi (6).

4. Kemudian bagaimana investasinya? Jadi seperti ini.. Poin 4 dan 6 akan dijumlahkan menjadi Rp. 212.500,- (7) yang disebut total saver sebelum biaya tabaru'. Dana tersebut akan dikonversikan menjadi bentuk unit / investasi lebih mudah membayangkannya adalah lembaran saham. Contoh harga unit investasi pada hari itu per unit adalah Rp. 2.123/unit. (8). Maka poin (7) akan dikonversikan menjadi unit. Maka
Rp. 212.500,- : Rp. 2.123/unit = 100.09 unit (9).

5. Setelah itu berapa yang menjadi investasi sebenarnya? Kita akan lihat ada biaya apa saja sih? yuk..
a. yang pertama ada biaya admin (10), biaya admin itu adalah Rp. 37.500,- atau 17.66 unit;
b. lalu berapa biaya asuransinya? (11), contoh disini adalah Rp. 100.000,- atau 47.10 unit;

untuk informasi biaya asuransi dibagi menjadi 2 yaitu adanya biaya ujrah / upah (12) pengelolaan resiko yang dimana diberikan kepada si pengelola dalam bentuk rupiah Rp. 50.000,-. Kemudian berapa iuran tabaru'nya? sama saja dengan porsi biaya ujrah yaitu 50% dari poin (11) sebesar Rp. 50.000,- yang dimana akan dihibahkan menjadi DANA TABARRU (13). Dan sebenarnya dana sosialnya itu ada di Dana Tabarru.

Kembali ke biaya, berapa total biayanya? poin 10 + 11 = 64.77 unit (14), sehingga 100 unit (9) yang harusnya masuk ke investasi menjadi 35.33 unit (100 unit - 64.77 unit) (15).
Dan inilah yang masuk ke Pru Saver, kok kecil sekali rief cuma 35.33 unit? Gak kok, nanti di tahun 2, 3, 4, 5 dan seterusnya komposisinya akan berubah semakin besar. Maka dari itu ini adalah tempat mengelola dana jangka panjang, kalau misalnya diambil jangka pendek ya jelas rugi mending simpen duitnya di Bank saja. (Baca : RUGI IKUT ASURANSI!)

Kalau ada nasabah yang complain saat menutup polisnya di tahun jangka pendek, kemudian dia tau nilai tunainya tidak sebanding apa yang dikeluarkan maka tidak sedikit nasabah yang mengeluarkan kalimat "semoga berkah uang saya yang tidak dikembalikan tersebut buat perusahaan dan agentnya" (yang sebenarnya lebih ke artian "saya gak punya uang lagi dan gak sanggup nerusin nominal tersebut"). Maka dapat saya jawab, Insya Allah berkah, karena anda sudah menyisihkan uangnya ke dalam Dana Tabarru yang dimana fungsi dana tersebut adalah menolong nasabah lain yang sedang kesulitan dana untuk biaya kesehatan dan santunan kepada ahli waris yang ditinggalkan saudara kita. Ada unsur sodaqohnya kan? Iya dong ^_^.

"Percaya sama Allah aja rief, Insya Allah, Allah SWT bakal bantu kalau hambanya kenapa2, selama dia memohon meminta pertolongan dan perlindungan sama Allah SWT"
ada yang salah dengan kalimat itu? gak ada yang salah dengan kalimat tersebut, benar! harus mintanya sama Allah SWT berupa pertolongan dan perlindungan. Yang SALAH adalah tidak berdoa dan memintanya sama sekali.

Insya Allah dengan Infaq dan Sodaqah, Allah akan memberikan balasan berupa kesehatan, rejeki melimpah dan diperlancar segala urusan sehingga tidak sampai menggunakan fasilitas proteksi dari Asuransi (Syariah) tersebut yaitu Dana Tabarru nya.

Sekian penjelasannya, Jazakallah khair.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram

Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik

0 komentar:

Posting Komentar

Kualitas diri anda tercermin dari tulisan yang anda tuliskan.
Berkomentar yang santun dan saling menghargai pendapat orang lain adalah sikap dari manusia yang berbudi luhur.
Mohon tidak menanamkan link yang tidak berbuhungan dengan topik pembahasan.
Salam
Arief Hidayatullah. SH