Bismillah.. Semoga Allah senantiasa memberikan karunia kepada saudara - saudaraku yang membaca tulisan ini serta diberikan banyak ilmu bermanfaat.

Baiklah, bisa kita mulai ya teman - teman pembaca, saya mau sedikit bercerita tentang bawang putih.

Yang spesial dari komoditas yang satu ini bahwa hampir seluruh menu masakan indonesia menggunakan benda ini untuk membangkitkan rasa gurih ketika dipadu dengan garam.

Betul, dia adalah BAWANG.

Dan tahukah bahwa harga bawang ini sangat fluktuatif sampai-sampai ada laman khusus dari pemerintah untuk memantau harga bawang harian. Ya, HARIAN.

Silakan dicek di sini :

https://ews.kemendag.go.id/bawangmerah/DailyPriceBawang.aspx

Dan marilah kita simak kisah kedua warung ketoprak di bilangan Jakarta Selatan ini. Keduanya sama-sama ramai dan citarasanya yang mantap. Kata orang-orang, bawangnya berani!


WARUNG HEMAT
Sesuai namanya, hemat di biaya. Itu aja.


WARUNG TEPAT
Ada yang unik sama warung ini. Tiap pelanggannya punya semacam kartu member. Di harganya tercantum tambahan beberapa rupiah. Namanya “biaya kenikmatan”.

***

Suatu hari di tahun 2015

Harga bawang naik cukup signifikan. Hari-hari pertama Warung Hemat masih bertahan. Namun lama-lama mereka sudah tidak kuat menyajikan ketoprak dengan cita rasa dahsyatnya. Pelanggan mulai merasa tidak nyaman.

Pekan berikutnya, Warung Hemat berpikir bahwa mereka tida ingin lagi mengorbankan rasa. Dan konsekuensinya, mereka menaikkan harga ketoprak andalannya 20% dari harga normalnya. Kembali, beberapa pelanggan cemberut dibuatnya.

Serba salah..

Tapi mari kita tengok Warung Tepat. Pelanggannya tetap ramai seperti biasa. Membernya tetap menikmati hidangan favorit mereka dengan senyum. Ada apa?

Ternyata para member ini baru merasakan apa yang selama ini mereka ikhlaskan. Biaya kenyamanan ini yang tetap membuat cita rasa Ketopraknya terjaga.

Di saat harga bawang melonjak naik, biaya simpanan ini yang membuat para pelanggan ini tetap menikmati semaian bawang di dalam bumbu Ketoprak favorit mereka.

Bahkan saat pelanggan tidak punya uang buat makan, mereka boleh ambil “tabungannya” untuk tetap menikmati ketoprak nikmat seperti hari-hari biasanya.

***

Sahabat,
Tidak ada yang salah dalam keduanya.
Yang ada hanyalah konsekuensi atas pilihan.

Saat Warung Hemat tetap memaksakan diri untuk memberikan citarasa normal dengan harga normal dalam kondisi harga bawang yang sedang naik, maka secara teknis akan ada penurunan profit, operasional yang dipangkas : AC yang tak lagi dinyalakan, pegawai yang perlu dikurangi, sampai mungkin harus pindah ke tempat yang lebih kecil untuk mengurangi biaya sewa.

Kita sebagai pelanggan mungkin akan bilang ,”Ya itu kan risiko Anda buka warung Ketoprak”. ^_^

Dan kita lihat bagaimana Warung Tepat mencoba mengamankan kenyamanan pelanggannya. Mereka  menyimpankan uang pelanggannya untuk jaga-jaga kalau di masa depan harga cabe atau bawang naik, para pelanggan tetap mendapatkan kenyamaman seperti biasa dari harga dan cita rasa. Dan , uang kenyamanan itu tetaplah milik pelanggan. Warung Tepat hanya menyimpankannya….

***

Dan itulah kira-kira Unit Link.
Ini adalah program ASURANSI (syariah) yang berbasis investasi. BUKAN produk investasi.

Sebagian kecil dari premi yang dibayarkan disimpankan dalam bentuk unit investasi. Untuk apa? Untuk menjaga kenyamanan nasabahnya agar tetap dapat mendapatkan hak asuransi nya saat dibutuhkan.

• Saat kalau-kalau lupa bayar premi, maka biaya premi akan dibayarkan oleh cadangan unit investasi ini

• Saat kalau-kalau gagal debet rekening yang dapat menyebabkan sebuah polis jadi nonaktif tanpa kita sadari, maka cadangan unit investasi ini yang mengamankan

• Saat kalau-kalau terjadi ketiadaan cashflow untuk membayar premi bulanan, maka biaya asuransi akan ditalangi oleh cadangan unit investasi ini sehingga polis tidak serta merta hangus

• Dan jika 3 hal di atas tidak harus terjadi, maka unit investasi cadangan yang tersimpan masih tetap menjadi milik nasabah.

Unit Link,
Justru penting untuk menjaga agar fungsi asuransinya dapat berjalan sesuai rencana sehingga keluarga kita tetap nyaman karenanya.

Yang terpenting, seseorang perlu menahami bagaimana produk fenomenal yang adil dan humanis ini bekerja agar dapat berfungai optimal.

Maka dari itu gunanya unitlink adalah untuk jangka panjang. Mari rencanakan masa depan yang lebih cerah.

Sumber : Tulisan Gusnul Pribadi "Unitlink dan Bawang Ketoprak"

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram

Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik.


Assalamualaikum, Semoga ALLAH senantiasa melindungi saudaraku yang membaca tulisan ini dan juga diberikan karunia berupa ilmu dan harta halal melimpah serta kesehatan, kelancaran segala urusan, diberikan yang terbaik dari ALLAH. Karena DIA lah yang maha pengasih, penyayang, merawat ciptaan Nya.

Bismillah. Qadar Allah, dari seorang sahabat yang terbesit keinginan menutup polisnya kemudian mengeluarkan bentuk kalimat kekecewaan sehingga saya terinsipirasi membuat tulisan ini.

Kali ini kita bahas (lagi) tentang Asuransi Syariah. Menjawab keberatan nasabah tentang isu Mengambil Harta Dengan Cara Dzolim. Keberatan ini seringkali muncul ketika nasabah menyadari bahwa nilai tunainya tidak seperti yang beliau harapkan ketika diawal membuka polis Asuransi Syariah. Ada kemungkinan yang terjadi :
1. Bisa jadi memang si agennya kurang tepat menggambarkan ketidakpastian investasi sehingga nasabah berpikir tidak sesuai dengan yang agen maksudkan tentang porsi investasi di Asuransi Unitlink;
2.  Atau mungkin aja sih dan ini yang kebanyakan saya temukan bahwa emang pemahaman nasabah terhadap agen yang emang belum sesuai.

Jadi, ketika ternyata investasinya TIDAK sebesar jumlah premi yang dibayarkan, maka muncullah stigma bahwa Asuransi mengambil harta dengan cara yang tidak baik (batil). Sebenarnya topik ini dapat saja terjadi di penjualan apa saja. Mari kita ambil contoh yang sederhana.

Ketika seseorang membeli sebuah jenis makanan, sering ditanya :

"Dek, mau toppingnya 2 atau 3?"

Kemudian si adik bilang "dua aja mbak..." (si adik memilih angka yang kecil karena khawatir uangnya tidak cukup)

Dan ketika membayar, sang kasir bilang "Dek, uangnya kurang Rp. 5.000,-"

Si Adik bengong, sambil menunjuk harga di papan.

Dan sang kasir bilang "Oh, kalau itu harga dengan 1 topping dek. Tadi adek kan mau 2 topping, jadi ada tambahan Rp. 5.000"

Bisa ya dirasain ini?
Kalau anda ada di posisi si adek ini. Bagaimana anda ingin diperlakukan?
.
.
.
.
.
.
.
.
Ya benar, kalau saya tebak pikiran anda, mungkin anda berpikir seperti ini :
Sebaiknya penjualnya menjelaskan harga 1,2 dan 3 topping pada si adek. Sehingga adek dapat memili dengan baik dan terbuka.

Baik. Semoga kita sudah dapat esensinya tentang mengambil harta dengan cara yang kurang tepat.

Maksudnya apa?
Bukankah si adek mendapatkan apa yang dia bayar walau Rp. 5000,- lebih mahal?

Sama seperti Asuransi (Syariah). Jadi ide awalnya adalah, ceritakan mekanisme alur uang calon nasabah.


Premi
.
.
.
Wakalah + Investasi
.
.
.
Biaya Asuransi
.
.
.
Iuran tabaru' yang dihibahkan

Intinya ya temen - temen, topik keberatan itu muncul bukan karena produknya. Melainkan adalah karena kekurangancakapan sebagian besar nasabah akan pemahaman tersebut atau dari sisi agennya menjelaskan aliran uang premi nasabah ketika mereka memiliki polis ini.


1. Ketika nasabah membayar premi Rp. 500.000,-, maka premi itu langsung dibagi 2 yaitu bagian proteksinya (1) dan bagian investasinya (2). Jika dijumlahkan poin 1 dan 2 = Rp. 500.000,-. 

2. Nah apa yang terjadi dengan biaya Rp. 350.000,-? Maka uang tersebut akan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu biaya wakalah (3) dan sebagian dialokasikan ke Pru saver (4). Di tahun pertama 80% dari Rp. 350.000,- dijadikan biaya wakalah menjadi Rp. 280.000,- (3). Setelah diambil menjadi biaya wakalah sebesar Rp. 280.000,-, maka sisanya yang Rp. 70.000,- akan dimasukan ke Pru Saver (4).

3. Lalu bagaimana dengan alokasi dana asli dari Pru Saver yang Rp. 150.000,- (2)? Uang tersebut akan diambil 5% dari Rp. 150.000,- sebagai biaya wakalah investasi (5) sebesar Rp. 7.500,- dan 95% dari Rp. 150.000,- yaitu Rp. 142.500,- menjadi investasi (6).

4. Kemudian bagaimana investasinya? Jadi seperti ini.. Poin 4 dan 6 akan dijumlahkan menjadi Rp. 212.500,- (7) yang disebut total saver sebelum biaya tabaru'. Dana tersebut akan dikonversikan menjadi bentuk unit / investasi lebih mudah membayangkannya adalah lembaran saham. Contoh harga unit investasi pada hari itu per unit adalah Rp. 2.123/unit. (8). Maka poin (7) akan dikonversikan menjadi unit. Maka
Rp. 212.500,- : Rp. 2.123/unit = 100.09 unit (9).

5. Setelah itu berapa yang menjadi investasi sebenarnya? Kita akan lihat ada biaya apa saja sih? yuk..
a. yang pertama ada biaya admin (10), biaya admin itu adalah Rp. 37.500,- atau 17.66 unit;
b. lalu berapa biaya asuransinya? (11), contoh disini adalah Rp. 100.000,- atau 47.10 unit;

untuk informasi biaya asuransi dibagi menjadi 2 yaitu adanya biaya ujrah / upah (12) pengelolaan resiko yang dimana diberikan kepada si pengelola dalam bentuk rupiah Rp. 50.000,-. Kemudian berapa iuran tabaru'nya? sama saja dengan porsi biaya ujrah yaitu 50% dari poin (11) sebesar Rp. 50.000,- yang dimana akan dihibahkan menjadi DANA TABARRU (13). Dan sebenarnya dana sosialnya itu ada di Dana Tabarru.

Kembali ke biaya, berapa total biayanya? poin 10 + 11 = 64.77 unit (14), sehingga 100 unit (9) yang harusnya masuk ke investasi menjadi 35.33 unit (100 unit - 64.77 unit) (15).
Dan inilah yang masuk ke Pru Saver, kok kecil sekali rief cuma 35.33 unit? Gak kok, nanti di tahun 2, 3, 4, 5 dan seterusnya komposisinya akan berubah semakin besar. Maka dari itu ini adalah tempat mengelola dana jangka panjang, kalau misalnya diambil jangka pendek ya jelas rugi mending simpen duitnya di Bank saja. (Baca : RUGI IKUT ASURANSI!)

Kalau ada nasabah yang complain saat menutup polisnya di tahun jangka pendek, kemudian dia tau nilai tunainya tidak sebanding apa yang dikeluarkan maka tidak sedikit nasabah yang mengeluarkan kalimat "semoga berkah uang saya yang tidak dikembalikan tersebut buat perusahaan dan agentnya" (yang sebenarnya lebih ke artian "saya gak punya uang lagi dan gak sanggup nerusin nominal tersebut"). Maka dapat saya jawab, Insya Allah berkah, karena anda sudah menyisihkan uangnya ke dalam Dana Tabarru yang dimana fungsi dana tersebut adalah menolong nasabah lain yang sedang kesulitan dana untuk biaya kesehatan dan santunan kepada ahli waris yang ditinggalkan saudara kita. Ada unsur sodaqohnya kan? Iya dong ^_^.

"Percaya sama Allah aja rief, Insya Allah, Allah SWT bakal bantu kalau hambanya kenapa2, selama dia memohon meminta pertolongan dan perlindungan sama Allah SWT"
ada yang salah dengan kalimat itu? gak ada yang salah dengan kalimat tersebut, benar! harus mintanya sama Allah SWT berupa pertolongan dan perlindungan. Yang SALAH adalah tidak berdoa dan memintanya sama sekali.

Insya Allah dengan Infaq dan Sodaqah, Allah akan memberikan balasan berupa kesehatan, rejeki melimpah dan diperlancar segala urusan sehingga tidak sampai menggunakan fasilitas proteksi dari Asuransi (Syariah) tersebut yaitu Dana Tabarru nya.

Sekian penjelasannya, Jazakallah khair.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram

Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik

Bismillah, Jakarta pagi hari sabtu tanggal 29 April 2017.
Hari itu adalah salah satu hari besar buat kami, dikarenakan adanya perayaan wisuda adik ipar yang mendapatkan gelar S. Kom. Dari subuh kami sudah bersiap untuk antisipasi tidak mengalami keterlambatan saat tiba di tujuan yaitu gedung Sasono Utomo - Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Saat tiba di Taman Mini Indonesia Indah teringat masa lalu saat masih kecil dimana suasana tidak sepadat saat ini, beneran padat banget. Sampai di jalan Taman Mini mengalami kemacetan, dulu sangat - sangat lengang. Sembari menunggu yang diwisuda selesai acaranya, kami gelar tikar untuk sekedar merenggangkan kaki dan badan. Bercanda gurau dengan istri dan sikecil. Dan tersadar bahwa "Zaman Dulu" sudah terlewati dan ada banyak perubahan secara sadar atau tidak kita sadari serta bukan hidup di zaman dulu melainkan zaman sekarang.

Beginilah Jakarta, dimana waktu sangat berharga bagi penghuninya disamping karena macet dan dimana waktu tidak bisa diputar kembali. Ada dua jenis tipe pengguna waktu untuk keluarga yaitu :
1. Seseorang yang mementingkan waktu untuk keluarganya.
2. Seseorang yang perlu melakukan pengorbanan untuk mendapatkan waktu untuk bersama keluarganya.

Jadi, yang mana tipe kalian? Nomor 1 atau 2?
Akankah nanti saat masuk usia pensiun kalian harus tetap bekerja? Iya atau tidak?
Apapun jawabannya bagi pembaca tulisan ini yang belum memasuki usia pensiun, adalah jawaban tidak pasti. Karena mereka belum tau saat pensiun nanti seperti apa (mau tipe yang menikmati usia pensiun atau masih terus bekerja untuk bertahan hidup sebagai penunjang biaya sehari - hari). Silahkan Klik untuk membaca artikel terkait pensiun.

Untuk itu pentingnya bekal program perencanaan dari mulai muda agar masa pensiunnya bisa lebih menikmati. Ada beberapa cara, dapat saya sebutkan antara lain adalah menabung atau berinvestasi.
Menabung, dalam hal ini perlu digaris bawahi ialah kegiatan tersebut sebagai menyimpan uang entah jangka pendek atau jangka panjang.
Investasi, dalam hal ini berbeda dengan menabung. Perbedaanya adalah disini tempat mengelola dana, bukan tempat untuk menyimpan uang. Dan namanya investasi sudah dipastikan jangka waktunya sangat panjang, toh kalau mau diambil dalam jangka pendek sudah dipastikan rugi kalau itu dilakukan lebih baik menabung.

So.. kembali lagi ke bagian poinnya mau tipe nomor 1 atau 2?
1. Seseorang yang mementingkan waktu untuk keluarganya. Tempat untuk curhat suami, istri atau anak - anaknya. Menghabiskan banyak waktu dan momen berharga dengan mereka. Menjadikan keluarga sebagai madrasah untuk anak - anaknya.
2. Seseorang yang perlu melakukan pengorbanan untuk mendapatkan waktu untuk bersama keluarganya. Tipe ini sangat disibukan dengan pekerjaan dan keduniawian. Jangan sampai suami anda merasakan punya suami tapi seperti gak punya suami, punya istri tapi serasa gak punya istri, punya ayah / ibu tapi terasa tidak punya orang tua disebabkan kesibukan pekerjaan masing - masing.

Kalau saya pribadi sih pilih Waktu untuk keluarga, bisa jalan - jalan seperti liburan ke Taman Mini Indonesia Indah. Murah meriah, putri kecilku senang, kami sebagai orang tuapun ikut senang melihat dia ketawa bahagia.

Jadi sepakat ya untuk teman - teman pembaca mengenai pentingnya perencanaan keuangan yang tepat. Jika ada penulisan yang salah atau ada yang tersinggung dengan tulisan saya ini saya mohon maaf, karena sesungguhnya khilaf berasal dari saya dan kebenaran hanya dari Allah SWT.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram
Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik