RUGI IKUT ASURANSI!

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , , No comments


Sangat rugi ikut Asuransi, kenapa nilai tunainya tidak sesuai dengan ilustrasi?
Saya perlu memastikan terlebih dahulu kepada teman - teman pembaca bahwa Asuransi itu bukanlah Bank! ya sekali lagi Asuransi bukanlah Bank!

Bank adalah tempat untuk menyimpan uang, sementara Asuransi adalah tempat mengelola uang jangka panjang. Ingat! Asuransi adalah tempat mengelola uang bukan menyimpan uang. Jika teman - teman pembaca merasa rugi ikut Asuransi, sebaiknya kembali lagi kita lihat dari sudut pandang lain. Semua itu ada plus minus nya, jika merasa diuntungkan nabung di Bank ya sah - sah saja. Kalau di Bank tidak ada potongan apapun, suatu waktu mau memasukan uangnya berapapun ya silahkan dan jika mau diambil kapanpun juga bisa. Masukin uang pagi hari, diambil sorenya pada hari yang sama juga bisa. Karena pada dasarnya Bank adalah tempat menyimpan uang, mau jangka pendek dan jangka panjang bisa saja. Banyak orang - orang mempunyai uang banyak di dalam rekening Banknya, namun jika terjadi resiko seperti sakit, meninggal dunia, kecelakaan atau terkena musibah. Maka uang di dalam rekening bisa saja digunakan untuk biaya - biaya tersebut. Mohon maaf biaya kesehatan PASTI SANGAT MAHAL SEKALI.

Bank dengan Asuransi mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kenapa ada nasabah ikut setahun atau dua tahun kemudian uangnya diambil malah tidak sesuai dengan perhitungan bahkan dibawahnya bahkan habis. Untuk informasi teman - teman pembaca, bahwa prinsip dari Asuransi adalah gotong royong atau Risk Sharing atau ta'awun yang dimana jika nasabah terjadi resiko maka akan ditanggung bersama jikalau dalam syariah disebut dana tabaru'. Jika nasabah memilih uangnya disalurkan ke Asuransi, maka uang nasabah tersebut digunakan untuk menanggung resiko dari nasabah yang sedang kena musibah (prinsip Asuransi Syariah) dengan kata lain uangnya digunakan untuk memberikan santunan ke saudaranya yang terkena musibah. Alhamdulillah dengan salah satu alasan tersebut yaitu gotong royong nasabah Asuransi sangat banyak. Dari pegawai negeri, jamaah haji, nelayan dan semua orang di negara maju sudah di Asuransikan.

Asuransi menjadi komoditas untuk negara maju dan orang - orang cerdas dengan mempersiapkan perencanaan untuk masa depan. Kalau masih ada yang berpikir "wah saya lebih baik nabung di Bank saja", ya silahkan saja itu hak teman - teman pembaca. Apakah itu untuk menyimpan uang jangka pendek, panjang, program pensiun dan lain - lain. Tapi yang teman - teman pembaca perlu tahu adalah kalian bisa saja sakit, kena musibah, resiko atau kecelakaan dan pada saat itu teman - teman pembaca ingat tentang Asuransi. Jika ada yang masih berpikir untuk ikut Asuransi setahun / dua tahun lebih baik jangan, karena sudah dipastikan akan merugikan teman - teman pembaca sehingga memarahi Agent Asuransi, menuntut perusahaan Asuransi, datang ke kantornya dengan teriak - teriak serta memukul meja. Jika masih ada teman - teman pembaca ikut Asuransi, perlu dipikirkan lagi karena ikut Asuransi itu rugi! Hanya ikut setahun sampai lima tahun, sudah dipastikan rugi! Namun jika ikut sesuai perjanjian atau kontrak selama sepuluh sampai lima belas tahun maka bisa saja mendapatkan keuntungan.

Loh! Gak salah itu selama sepuluh sampai lima belas tahun? Lama banget!
Jadi gini, tau ya PNS (Pegawai Negeri Sipili), kenapa mereka mempunyai dana pensiun dan tunjangan hari tua? Uang tersebut bukanlah diberikan dari Pemerintah! Melainkan dari gaji PNS tersebut yang dipotong setiap bulannya sampai mereka pensiun. Untuk temen - temen pembaca yang Non PNS, berarti kan tidak mempunyai uang pensiun ya? Mulai dari sekarang kelola uang pensiun itu sendiri, sehingga masuk ke usia pensiun pun walaupun teman - teman pembaca Non PNS bisa mempunyai uang pensiun dan tunjangan hari tuanya sendiri. Gak ada yang instan! Harus jangka panjang dan disiplin menabung, sisihkan uang dan kelola uangnya sendiri. Cerdas ya? Maka dari itu saya katakan program ini adalah untuk orang - orang cerdas.

Mau ada biaya kuliah anak? Ya harus nabung.
Mau ada dana pensiun? ya harus disiplin menyisihkan uangnya.
Mau beli rumah? Ya nabung.

Jadi jika sudah menentukan untuk berperilaku disiplin sisihkan uang dan nabung, teman - teman pembaca tinggal pilih mau di Bank atau Asuransi. Kalau saran saya ikut program Asuransi, kenapa? Karena untuk jangka panjang, meminimalisir resiko uang kita habis karena biaya tindakan kesehatan dan bisa terkena resiko hidup kapan saja sehingga resiko tersebut bisa dibagi ke nasabah lainnya.

Jika teman - teman pembaca menyadari pentingnya Asuransi, segera hubungi orang - orang yang membagikan tulisan ini. Silahkan tanyakan kepada mereka prosesnya seperti apa dan detailnya bagaimana. Orang - orang yang menyebarkan tulisan ini adalah orang yang peduli terhadap masa depan dan kehidupan teman - teman pembaca.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram
Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik

0 komentar:

Posting Komentar

Kualitas diri anda tercermin dari tulisan yang anda tuliskan.
Berkomentar yang santun dan saling menghargai pendapat orang lain adalah sikap dari manusia yang berbudi luhur.
Mohon tidak menanamkan link yang tidak berbuhungan dengan topik pembahasan.
Salam
Arief Hidayatullah. SH