JANGAN MEMBEBANI ANAK DENGAN MASA TUA ATAU PENSIUN ANDA!

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , No comments


Dengan diawali mengucap Bismillah saya memulai tulisan ini. Assalamualaikum, teman - teman pembaca. Apakah saat ini teman - teman pembaca berprofesi sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil)? Apa sih yang dicari profesi tersebut sehingga ribuan bahkan jutaan orang mendaftar tes untuk masuk menjadi PNS? Beberapa dari kalian pasti akan menjawab :
1. Masa depannya terjamin.
2. Ada uang pensiun dan tunjangannya lumayan.
3. Kerjanya enak dan jelas.
4. Ada kenaikan harga diri sendiri di lingkungan atau bahkan senjata ke calon mertua buat melamar perempuan idaman.
5. Terhindar dari PHK.
Yang saya berikan huruf lebih tebal adalah alasan favorit kebanyakan orang untuk mengambil profesi menjadi PNS, betul kan?

Untuk teman - teman PNS, sudah tau belum asal sumber tunjangan hari tua yang didapat berasal darimana? Sumber dana tunjangan hari tua yang teman - teman PNS dapatkan sebenarnya adalah dari gaji kalian yang perbulannya dipotong sekian persen yang nantinya akan terkumpul sampai usia pensiun. Dengan kata lain tunjangan hari tua yang didapat ya dari diri pribadi sendiri sebenarnya.

Nah sekarang yang jadi pertanyaan adalah apakah pekerjaan teman - teman pembaca sekarang?
Dimana sekarang bekerja dan sebagai apa?
Pasti ada yang menjadi Non PNS. Untuk yang berprofesi sebagai Non PNS, apakah tempat teman - teman bekerja saat ini menyiapkan tunjangan hari tua atau dana pensiun untuk karyawannya? Ada yang menjawab iya dan ada yang menjawab tidak. Yang jadi permasalahan adalah ketika di kantor tempat kerja teman - teman pembaca tidak disertai tunjangan hari tua atau pesangon, yang akan terbebani malah keluarga kita. Saya sudah sering melakukan menjadi pembicara di seminar dan sosialisasi tentang dana pensiun bagi PNS di DKI Jakarta. Dapat saya ambil kesimpulan setelah saya survey dan mengecek berapa besaran nominal yang didapatkan saat pensiun nanti malah membuat mereka kecewa dan khawatir, karena ternyata nominal yang nanti mereka dapat tidak sesuai bayangan manisnya. Dapat saya pastikan bahwa tunjangan hari tua yang di dapat tidak kurang dari Rp. 100.000.000,-. Rata -rata kisaran Rp. 40.000.000,- hingga Rp. 80.000.000,-, tidak lebih dari itu. Yang jadi permasalahannya adalah jika biaya hidup keluarganya menghabiskan Rp. 5.000.000,-/ bulan, bisa dihitung dong jika ada PNS mendapatkan tunjangan hari tua paling besar Rp.80.000.000,- bisa habis dalam berapa lama? Kalau dihitung sih gak akan bisa lebih dari 1½ tahun alias 16 bulan. (untuk PNS yang mau tau berapa kelak tunjangan hari tua yang didapat saat pensiun, bisa hubungi saya. Akan saya bantu "intip" untuk akses kesana)

Bayangkan, mereka mengabdi kepada negara puluhan tahun hanya mendapatkan tunjangan hari tua segitu saja, bisa dibilang itu diluar bayangan manis mereka. Itu yang PNS, bagaimana nasib masa pensiun teman - teman yang bukan PNS yang tidak mendapatkan tunjangan hari tua atau pesangon dari tempat kerjanya? Jawab sendiri yah...
Ada fenomena mengerikan yang terjadi, pernah dengar tentang Burger Generation? Untuk lebih mudahnya saya gambarkan dengan Burger beneran, sambil teman - teman visualisasikan. Burger itu komposisinya adalah atasnya roti, kemudian bagian tengahnya ada daging dan salad, kemudian paling bawah adalah roti. Kita analogikan diri anda sebagai orang tua yang sebentar lagi pensiun adalah roti yang paling atas, kemudian bagian daging dan salad adalah anak kita, dan terakhir roti bagian bawah adalah keluarga dari anak kita (suami / istri dan anak - anaknya). Burger Generation / Generasi Burger adalah suatu keadaan dimana si anak (bagian tengah burger yaitu daging dan salad) harus terbebani atau menghidupi dua keluarga (roti bagian atas dan bawah) yaitu orang tuanya sendiri yang sudah pensiun tanpa penghasilan dan juga dia harus menanggung biaya hidup keluarganya sendiri (suami / istri dan anak - anaknya). Tentu kita tidak mau membebani anak begitu berat bukan? Ya walaupun kembali lagi itu adalah kewajiban seorang anak untuk "gantian mengasuh" orang tuanya. Kalau anda hanya mengandalkan transferan uang dari anak anda, jangan sampai mereka mengucap "ya ampun pak / bu, buat keluarga saya sendiri aja susah apalagi ngasih uang bulanan ke bapak / ibu" (Na'udzubillahi mindzalik). Dan baru - baru ini saya melihat video di youtube tentang kurang baiknya perencanaan keuangan saat pensiun, bukannya menikmati hidup malah terbebani hutang (PENYESALAN PENSIUNAN GURU PNS - Akibat Hutang RIBA). Semoga Allah menjauhkan anak - anak kita dari hal seperti itu juga menjaga kita agar tercukupi sehingga tidak membebani anak - anak kita dan dilindungi dari hutang. Aamiin.

Sebenarnya hal tersebut dapat kita minimalisir dengan adanya bekal yang sangat cukup dari sekarang untuk masa tua nanti, dengan cara memprogramkan dana pensiun sejak sekarang! Dengan adanya uang pensiun kita bisa lega. Saat pensiun adalah saat dimana kita tidak lagi mempunyai penghasilan sementara biaya hidup terus berjalan, itulah pentingnya program dana pensiun yang kita buat. Orang pensiun itu kerjanya ngapain aja sih?
1. Menikmati hidup
2. Jalan - jalan bersama pasangan (puber kedua hehehe :P)
3. Menikmati Hoby (mancing, gosok batu akik, melihara burung, dll)
4. Main dengan cucu
Kurang lebih garis besarnya seperti itu.

Semua kegiatan di atas itu butuh dana, contohnya saat cucu kita nanti main ke rumah kita. Mereka minta dibelikan jajan atau mainan, kalau kita punya uang pensiun yang cukup bisa saja kita belikan apa yang mereka minta dan kita manjakan mereka tanpa rasa khawatir kekurangan uang. Kenapa? karena kita saat pensiun punya uang yang cukup. Pertanyaan saya adalah kita jadi kakek / nenek favorit gak di mata cucu kita kelak? Sudah pasti jawabannya adalah iya, karena kita punya uang yang cukup buat memanjakan mereka. Tapi disini saya tidak mengajarkan untuk menolak pemberian dari anak loh ya, kalau anak transfer uang ya terima saja. Itu akan menjadikan ladang pahala buat anak - anak kita, walaupun tanpa uang transferan tersebut hidup kita sudah tercukupi dari program pensiun yang kita siapkan.

Sehebat - hebatnya manusia, pasti punya rasa lelah, usia tua, masa sakit, dan masa tidak produktif. Akan tiba masanya dimana kita sudah tidak bisa lagi bekerja terlalu keras. Dimasa itu nanti, kita sebaiknya bukan lagi mengandalkan pekerjaan atau usaha, akan tetapi mengandalkan aset yang sudah kita siapkan jauh - jauh hari. Demi masa depan, kita harus memasang ancang - ancang dan merancang agar kita saat pensiun tidak perlu lagi bekerja keras, tapi cukup mengambil dari hasi yang kita sudah persiapkan.

Jadi tidak ada salahnya teman - teman pembaca ngobrol atau konsultasi dulu dengan saya atau kepada orang yang membagikan tulisan ini mengenai perencanaan dana pensiun yang ideal buat teman - teman pembaca. Sekali lagi, anda bisa hubungi saya atau kepada orang yang membagikan tulisan ini ke anda.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram
Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik

0 komentar:

Posting Komentar

Kualitas diri anda tercermin dari tulisan yang anda tuliskan.
Berkomentar yang santun dan saling menghargai pendapat orang lain adalah sikap dari manusia yang berbudi luhur.
Mohon tidak menanamkan link yang tidak berbuhungan dengan topik pembahasan.
Salam
Arief Hidayatullah. SH