BELUM MAU DIAJAK KETEMU MEMBICARAKAN ASURANSI

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , No comments

Kenapa dari beberapa rekan pembaca belum mau diajak ketemu berbicara Asuransi?
Untuk rekan - rekan tenaga pemasar dan perencana keuangan / financial consultant, janganlah kecewa apabila ada relasi kita belum mau diajak ketemu untuk membahas Asuransi. Karena tugas rekan - rekan bukanlah memaksa orang untuk mau ikut Asuransi, tugas rekan - rekan adalah membuat semua orang mengerti akan Asuransi, membuat semua orang paham pentingnya merencanakan keuangan, membuat semua orang paham akan pentingnya masa depan.

Hari ini tidak kita pungkiri masih banyak orang yang berpikir negatif tentang Asuransi. Rekan - rekan pembaca ingatkah dulu masih banyak orang yang berpikir negatif tentang Bank, banyak orang enggan menyimpan uangnya di Bank. Karena mereka belum tahu manfaat nabung di Bank, uangnya aman di Bank tanpa harus membawa uang banyak kemana - mana di dompet. Sehingga tidak perlu khawatir saat membawanya, dompet hilang atau uangnya tercecer saat bawa uang cash. Masih ada orang belum teredukasi dengan baik, sama halnya dengan Asuransi. Masih banyak orang belum teredukasi pentingnya Asuransi. Jadi wajar ada orang belum paham manfaatnya Asuransi, wajar jika orang tersebut tidak membuat program Asuransi. Kalau mereka sudah paham pentingnya Asuransi, pasti diusahakan untuk membuat program perencanaan keuangan masa depan. Jadi, buat rekan - rekan tenaga pemasar dan perencana keuangan / financial consultant jangan berekecil hati karena memang pada dasarnya tugas kita ada mengedukasi tentang pentingnya program ini. Tidak usah pikirkan mereka tidak mengambil program perencanaan keuangan, itu hak mereka bukan urusan kita.

Orang tidak mau mengambil bukanlah rekan rekan tenaga pemasar dan perencana keuangan yang rugi, ketika kita tanya mereka :
  • Pak, mau tidak saat masa tua punya uang banyak untuk pensiun?
  • Bu, mau tidak ada dana saat anak kita kuliah atau mengejar cita - citanya?
  • Mas mau tidak berangkat haji / umroh?
  • Kang, mau tidak kalau sakit kita dapat bantuan dana untuk membayar biaya tindakan kesehatan?
  • Mbak mau tidak saat suami dipanggil Allah, dapat uang santunan cukup dari nasabah - nasabah syariah lainnya yang patungan untuk keluarga mbak? Anak dan istri ada dana yang cukup?
Kalau jawabannya tidak mau, ya sudahlah. Kenapa rekan - rekan tenaga pemasar dan perencana keuangan / financial consultant yang pusing?
Ketika mereka menolak? Yasudah, gak usah pusing.
Ketika mereka menghindar? Yasudah, gak usah pusing.
Ketika rekan - rekan tenaga pemasar dan perencana keuangan yang pusing, siapa yang rugi atau siapa yang salah?
Bukan kalian, ketika mereka sakit, butuh dana buat sekolah anak mereka bingung cari biaya. Bukan salah rekan - rekan tenaga pemasar dan perencana keuangan.



Ingat! Asuransi adalah gaya hidup orang cerdas. Berpikir visoner dan sayang dengan keluarga, ketika rekan - rekan tenaga pemasar dan perencana keuangan pusing bertemu mereka yang menolak, justru kalianlah yang tidak cerdas. Ketika ada yang menolak ya kita harus tetap semangat. Cari orang lagi untuk bisa kita edukasi.
Jika ada yang menghindar? Tetap cari orang lain yang mau di edukasi!
Kalau tidak mau? yasudah masih banyak orang yang cerdas.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram

Add Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Kualitas diri anda tercermin dari tulisan yang anda tuliskan.
Berkomentar yang santun dan saling menghargai pendapat orang lain adalah sikap dari manusia yang berbudi luhur.
Mohon tidak menanamkan link yang tidak berbuhungan dengan topik pembahasan.
Salam
Arief Hidayatullah. SH