BAHAYA! HATI - HATI! KLAIM ASURANSI DITOLAK!

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , No comments



Hati - hati ikut Asuransi! Bahayanya apalagi klaim yang anda akan ajukan ditolak!
Kenapa itu bisa terjadi?
Kenapa klaim Asuransi itu ditolak?
Saya ingatkan untuk rekan - rekan, tidak semua klaim yang diajukan bisa disetujui. Ada kondisi - kondisi tertentu yang menyebabkan klaim anda sebagai nasabah ditolak alias tidak dibayarkan. Jangan berpikir bahwa pihak Asuransi akan menyetujui permohonan klaim anda. Perlu digaris bawahi, bahwa perusahaan Asuransi bukanlah lembaga sosial yang selalu semua klaim bakal diterima.

Perusahaan Asuransi mempunyai tabel mortalita yang dimana ada tabel untuk menghitung biaya asuransi, yang dimana apabila ada kondisi yang tidak bisa terpenuhi standard atau aturan di buku polis maka klaim sudah dipastikan tidak akan dibayarkan. Namun sebaliknya, apabila kondisi tersebut sesuai dengan aturan di buku polis maka Asuransi akan membayarkan klaim anda. Sekali lagi saya katakan PASTI! DIBAYARKAN KLAIMnya apabila sesuai dengan aturan.

Dapat saya sebutkan beberapa alasan yang membuat banyak nasabah mengeluh klaimnya tidak dibayarkan. Adanya kondisi yang sudah ada sebelumnya, misalkan anda sudah ada penyakit yang diderita yang kemudian teman - teman pembaca mendaftar di Asuransi. Saat pengisian formulir ada beberapa pertanyaan seperti :
1. Apakah pernah ada riwayat sakit?
2. Apakah pernah dirawat untuk penyakit X?
3. dan lain - lain

Jika teman - teman pembaca menjawabnya adalah TIDAK, padahal teman - teman mempunyai kondisi yang sudah ada sebelum pembuatan Polis itupun tidak masalah. Perusahaan Asuransi akan tetap percaya kepada teman - teman pembaca. Namun apabila terjadi resiko, Perusahaan Asuransi akan berusaha membayarkan klaim dengan sangat baik. INGAT! Perusahaan Asuransi tidak pernah mencari cara agar klaim nasabahnya bisa tidak dibayarkan, mereka malah akan berusaha sebaik - baiknya membayarkan dengan cara yang baik dan benar. Mereka tidak mau salah membayar klaim, bukan tidak mau membayar klaim.

Bagaimana caranya untuk meminimalisir itu? Yuk jadilah tenaga pemasar dan perencana keuangan / financial consultant atau menjadi nasabah yang cerdas. Mau teman - teman pembaca ikut Asuransi manapun entah itu Asuransi aset, mobil atau jiwa maka bacalah Polis Asuransinya! Disana ada perjanjian mengikat anntara Perusahaan Asuransi dengan teman - teman pembaca. Apabila terjadi sengketa atau masalah, maka buku polis itu menjadi dasar teman - teman pembaca untuk mengajukan klaim. Kalau ada dari teman - teman nasabah bertanya "loh kenapa tenaga pemasarnya tidak menjelaskan semua isi dari buku polis saya?". Jadi begini saya berikan analogi atau gambaran, apabila teman - teman pembaca bekerja di suatu perusahaan yang sudah bekerja lebih dari 20 tahun.

1. Apakah perusahaan tersebut memberikan santunan kepada ahli waris apabila anda tutup usia?
2. Berapakah santunan yang diberikan kantor tersebut?

Saya yakin teman - teman pembaca tidak bisa menjawab seketika itu juga, kalian harus membaca kembali peraturannya, undang - undangnya, dan sebagainya sampailah pada perusahaan teman - teman pembaca membayarkan santunan tersebut. Apabila anda tidak mengetahui aturannya dan berusaha menjelek - jelekan perusahaan tersebut apalagi diposting di media sosial, saya yakin malah teman - teman pembacalah yang terkena masalah hukum "pencemaran nama baik melalui UU ITE". Negara Indonesia adalah negara hukum, pasti ada aturan yang mengatur kita.

Bukanlah teman - teman tenaga pemasar dan perencana keuangan / financial consultant tidak mau menjelaskan isi dari buku polis pada saat itu juga. Buku itu bentuknya sangat besar juga tebal. Contoh misal teman - teman pembaca terkena serangan jantung dan masuk rumah sakit, bukan berarti karena disebut serangan jantung klaim akan dibayarkan. Disana ada beberapa kriteria seperti terjadi penyumbatan akan dibayarkan sekian persen, kerusakan jantung dibayarkan sekian persen. Itu semua (buku polis) dasar untuk membayarkan klaim. Sehingga banyak orang - orang bilang "wah jangan ikut Asuransi, nanti kalau mau klaim bakal dipersulit", saya pastikan kepada teman - teman pembaca bahwa Perusahaan Asuransi tidak akan pernah menyulitkan teman - teman pembaca. Perusahaan Asuransi akan membayarkan klaim sesuai dengan Standard Operasionalnya, mau membawa pengacara seribu orang pun jika teman - teman menutupi atau membohongi kondisinya maka klaim akan dipersulit bahkan tidak akan dibayarkan. Maka dari itu bantulah tenaga pemasarnya atau perencana keuangan / financial consultantnya dengan cara membaca buku polis sendiri.

Janganlah ragu untuk teman - teman pembaca untuk "bawel" kepada tenaga pemasarnya atau perencana keuangan / financial consultantnya. Jadilah nasabah cerdas! Jangan mengambil Asuransi karena tidak enak kepada tenaga pemasarnya atau perencana keuangan / financial consultantnya. Justur bagus ketika teman - teman pembaca berdebat bahkan sampai "perang" dengan tenaga pemasarnya atau perencana keuangan / financial consultantnya diawal, ketimbang anda tidak mengerti kondisi - kondisi tersebut. Kalau diperusahaan Asuransi saya, nasabah mendapatkan hak yang kami sebut free look. Yang dimana nasabah tersebut diberikan hak sampai 2 minggu untuk melihat, membaca dan mengerti isi dari buku polisnya. Apabila teman - teman pembaca tidak nyaman atau tidak sepakat dengan isi dari buku Polis tersebut, maka teman - teman pembaca berhak membatalkan perjanjian Asuransinya. Jadi... Jangan mau kalah dengan negara - negara lain yang sudah maju, mereka tidak ada yang berdebat mengenai Asuransi, mereka sudah paham dengan Asuransi bahkan mewajibkan untuk memilikinya.

Sekali lagi himbauan untuk teman - teman pembaca tulisan ini agar membaca kembali buku polisnya, sehingga bisa mengetahui kondisi - kondisi yang klaim bisa dibayarkan atau tidak dibayarkan. Dapat saya tambahkan informasi dan saya tekankan bahwa ada beberapa contoh klaim tidak bisa dibayarkan untuk manfaat kesehatan, antara lain :
1. Semua hal yang berhubungan dengan melahirkan;
2. Semua hal yang berkaitan dengan kecantikan;
3. Semua hal yang berkaitan dengan gigi. Entah cabut gigi, pasang behel atau merapihkan struktur gigi;
4. Yang berkaitan denngan pelanggaran hukum;
5. Kondisi yang sudah ada sebelumnya.
5 poin di atas yang paling sering ditanyakan kepada saya. Justru saya sendiri yang suka "menantang" nasabah saya untuk mengajukan pertanyaan kepada saya, agar meminimalisir kesalahpahaman.

Saya ingatkan Asuransi adalah gaya hidup orang cerdas dan berpikir masa depan. Asuransi bukanlah lembaga sosial yang membayarkan klaim dengan gampangnya. Asuransi bukanlah tempat untuk menyimpan uang jangka pendek. Asuransi adalah tempat berinvestasi jangka panjang.


Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram
Add Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

Kualitas diri anda tercermin dari tulisan yang anda tuliskan.
Berkomentar yang santun dan saling menghargai pendapat orang lain adalah sikap dari manusia yang berbudi luhur.
Mohon tidak menanamkan link yang tidak berbuhungan dengan topik pembahasan.
Salam
Arief Hidayatullah. SH