Kenapa dari beberapa rekan pembaca belum mau diajak ketemu berbicara Asuransi?
Untuk rekan - rekan tenaga pemasar dan perencana keuangan / financial consultant, janganlah kecewa apabila ada relasi kita belum mau diajak ketemu untuk membahas Asuransi. Karena tugas rekan - rekan bukanlah memaksa orang untuk mau ikut Asuransi, tugas rekan - rekan adalah membuat semua orang mengerti akan Asuransi, membuat semua orang paham pentingnya merencanakan keuangan, membuat semua orang paham akan pentingnya masa depan.

Hari ini tidak kita pungkiri masih banyak orang yang berpikir negatif tentang Asuransi. Rekan - rekan pembaca ingatkah dulu masih banyak orang yang berpikir negatif tentang Bank, banyak orang enggan menyimpan uangnya di Bank. Karena mereka belum tahu manfaat nabung di Bank, uangnya aman di Bank tanpa harus membawa uang banyak kemana - mana di dompet. Sehingga tidak perlu khawatir saat membawanya, dompet hilang atau uangnya tercecer saat bawa uang cash. Masih ada orang belum teredukasi dengan baik, sama halnya dengan Asuransi. Masih banyak orang belum teredukasi pentingnya Asuransi. Jadi wajar ada orang belum paham manfaatnya Asuransi, wajar jika orang tersebut tidak membuat program Asuransi. Kalau mereka sudah paham pentingnya Asuransi, pasti diusahakan untuk membuat program perencanaan keuangan masa depan. Jadi, buat rekan - rekan tenaga pemasar dan perencana keuangan / financial consultant jangan berekecil hati karena memang pada dasarnya tugas kita ada mengedukasi tentang pentingnya program ini. Tidak usah pikirkan mereka tidak mengambil program perencanaan keuangan, itu hak mereka bukan urusan kita.

Orang tidak mau mengambil bukanlah rekan rekan tenaga pemasar dan perencana keuangan yang rugi, ketika kita tanya mereka :
  • Pak, mau tidak saat masa tua punya uang banyak untuk pensiun?
  • Bu, mau tidak ada dana saat anak kita kuliah atau mengejar cita - citanya?
  • Mas mau tidak berangkat haji / umroh?
  • Kang, mau tidak kalau sakit kita dapat bantuan dana untuk membayar biaya tindakan kesehatan?
  • Mbak mau tidak saat suami dipanggil Allah, dapat uang santunan cukup dari nasabah - nasabah syariah lainnya yang patungan untuk keluarga mbak? Anak dan istri ada dana yang cukup?
Kalau jawabannya tidak mau, ya sudahlah. Kenapa rekan - rekan tenaga pemasar dan perencana keuangan / financial consultant yang pusing?
Ketika mereka menolak? Yasudah, gak usah pusing.
Ketika mereka menghindar? Yasudah, gak usah pusing.
Ketika rekan - rekan tenaga pemasar dan perencana keuangan yang pusing, siapa yang rugi atau siapa yang salah?
Bukan kalian, ketika mereka sakit, butuh dana buat sekolah anak mereka bingung cari biaya. Bukan salah rekan - rekan tenaga pemasar dan perencana keuangan.



Ingat! Asuransi adalah gaya hidup orang cerdas. Berpikir visoner dan sayang dengan keluarga, ketika rekan - rekan tenaga pemasar dan perencana keuangan pusing bertemu mereka yang menolak, justru kalianlah yang tidak cerdas. Ketika ada yang menolak ya kita harus tetap semangat. Cari orang lagi untuk bisa kita edukasi.
Jika ada yang menghindar? Tetap cari orang lain yang mau di edukasi!
Kalau tidak mau? yasudah masih banyak orang yang cerdas.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram

Add Facebook
Teman - teman pembaca, saya ingin mengingatkan bagi yang hari ini menjadi nasabah dan mengikuti program asuransi. Salah satu penyebab orang itu merasa rugi ikut asuransi, penyebab trauma terhadap asuransi dan asuransi menjadi hal yang menakutkan adalah salah satunya sistem pembayarannya melalui agent. Mulai hari ini dipastikan jangan sampai kita membayar asuransi lewat agent. Banyak dari orang - orang yang saya temui trauma ikut asuransi dengan alasan, pembayaran asuransi melalui agent kemudian agent tersebut tidak amanah.Okelah, mungkin hari ini kondisi agent tersebut amanah, kondisi keuangannya baik atau selalu ingat bahwa ada titipan premi pada dirinya. Tapi... Kalau yang terjadi malah sebaliknya bagaimana? Yang dirugikan adalah nasabah asuransi.
Asuransi Prudential Syariah sudah banyak bekerjasama dengan banyak Bank saat ini, lebih baik sesuai prosedur saja tidak melalui agent. Kalau agent tersebut mempunyai nasabah sejumlah hitungan jari mungkin saja bisa setiap bulan untuk mengambil premi nasabah - nasabahnya kemudian disetorkan ke Prudential. Coba bayangkan kalau nasabahnya sudah ratusan bahkan ribuan orang, saya jamin tidak akan sempat mengambil satu persatu premi nasabah - nasabahnya. Kalau ada Agent Prudential yang berani menjanjikan mengambil pembayaran premi teman - teman pembaca setiap bulannya, saya pastikan agent tersebut tidaklah berkualitas. Loh kenapa tidak berkualitas? Karena dia punya waktu untuk mengambil pembayaran tersebut, artinya nasabah dia sangatlah sedikit. Jadilah nasabah - nasabah cerdas untuk melakukan pembayaran secara rutin dengan sistem yang ada juga sudah dijamin pembayaran tersebut sampai kepada perusahaan Prudential, beberapa kendala kenapa hak nasabah tidak bisa diclaim adalah karena pembayarannya terhambat. Yuk mari menjadi nasabah Prudential yang cerdas untuk tidak menitipkan pembayaran premi asuransi kepada agent teman - teman pembaca.

SELAMAT PAGI!!!
Yuk Berbisnis....

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram
Add Facebook
Jangan sampai terpaksa membeli asuransi dan jangan pernah terpaksa membeli asuransi.
Jangan pernah terpaksa membeli asuransi, entah dengan alasan :

1. tidak enak dengan kawan;
2. tidak enak sama agentnya;
3. ikut asuransi gara - gara yang nawarin teman dekat bahkan saudara.


Sepanjang saya menjadi financial consultant dibawah naungan Prudential Syariah, saya banyak bertemu dengan orang - orang yang trauma dengan asuransi. Dasar dari trauma tersebut adalah bukan dari kesadaran sendiri, bukan karena kemauan dia, bukan karena kebutuhan dia melainkan karena perasaan tidak enak. Kalau menurut saya sih ya, Asuransi itu gaya hidup orang cerdas! Dimana orang - orang tersebut mampu berpikir jangka panjang, akan tetapi apabila disampaikan tidak dengan benar atau setengah - setengah timbulnya akan berpikir negatif. Namun dalam aturan Syariah, dalam jual beli tidak boleh ada yang ditutupi atau bahkan ketidak jelasan.

Dalam hal ini sudah banyak orang - orang di luar negeri sudah berpikir Asuransi itu penting. Akan tetapi untuk di Indonesia sendiri sangatlah kurang. Walaupun temen - temen pembaca berpikir Asuransi itu penting, janganlah mengambil Asuransi karena alasan tidak enak dengan seseorang yang menawarkannya. Begitu banyak orang marah, complain dan kecewa kepada Asuransi itu sendiri. Asuransi itu harus dipikirkan matang - matang dan di diskusikan dengan pasangan / keluarga serta kepada Agentnya tersebut. Diskusikanlah panjang lebar, sejelas - jelasnya dan serinci - rincinya. Saran dari saya adalah jangan membeli Asuransi kepada Agent Baru, pastikan teman - teman pembaca membeli Asuransi kepada Agent yang profesional dan dapat menjelaskan secara baik. Mau ambil / kredit mobil saja harus dipikirkan matang - matang, apalagi program financial jangka panjang ini. Ya kan?



Ketika pembaca ingin menolak, jangan ragu untuk mengatakan "saya pikir - pikir dulu, saya pelajari dulu, atau saya bicarakan dulu dengan pasangan saya". Selain itu masih banyak yang menolak karena alasan trauma, tidak diclaim dan sebagainya. Teman - teman pembaca, Asuransi itu ada aturannya, klausulnya atau hitam diatas putih bisa dibaca dibuku Polis. Apabila Agent Asuransi tidak menjelaskan secara gamblang atau tidak sesuai dengan apa yang disampaikan Agent Asuransinya maka teman - teman pembaca berhak menolak atau membatalkan Polis. Peserta Asuransi Prudential Syariah mempunyai hak free look, yaitu dimana Peserta Asuransi diberikan waktu selama kurang lebih dua minggu. Apabila ingin membatalkan disaat itulah yang tepat.

Asuransi adalah produk perencanaan jangka panjang, artinya kalau dilihat dalam jangka pendek pasti rugi. Asuransi itu bukanla lembaga sosial yang semua kondisi dibayarkan, adanya beberapa claim yang bisa langsung dibayar dan ada yang memiliki jangka waktu tertentu. Supaya terhindar dari trauma, pastikan teman - teman pembaca menjadi Peserta Asuransi yang cerdas dengan membaca buku Polis yang diberikan, bukan untuk ditumpuk dan disimpan.

Jadi, janganlah ragu untuk menolak Agent Asuransi supaya teman - teman pembaca yakin dahulu. Disamping itu agar menjadi pembelajaran Agent tersebut agar lebih mengenali produknya serta profesional. Sekali lagi jangan pernah mengambil Asuransi karena alasan enak atau tidak enaknya. Kemudian berbicara Asuransi itu bukanlah berbicara berapa premi paling kecil, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan diri atau keluarga.

SELAMAT PAGI!!!
Yuk Berbisnis....

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram
Add Facebook