Unitlink Syariah dan Bawang Ketoprak

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , , , , , No comments


Bismillah.. Semoga Allah senantiasa memberikan karunia kepada saudara - saudaraku yang membaca tulisan ini serta diberikan banyak ilmu bermanfaat.

Baiklah, bisa kita mulai ya teman - teman pembaca, saya mau sedikit bercerita tentang bawang putih.

Yang spesial dari komoditas yang satu ini bahwa hampir seluruh menu masakan indonesia menggunakan benda ini untuk membangkitkan rasa gurih ketika dipadu dengan garam.

Betul, dia adalah BAWANG.

Dan tahukah bahwa harga bawang ini sangat fluktuatif sampai-sampai ada laman khusus dari pemerintah untuk memantau harga bawang harian. Ya, HARIAN.

Silakan dicek di sini :

https://ews.kemendag.go.id/bawangmerah/DailyPriceBawang.aspx

Dan marilah kita simak kisah kedua warung ketoprak di bilangan Jakarta Selatan ini. Keduanya sama-sama ramai dan citarasanya yang mantap. Kata orang-orang, bawangnya berani!


WARUNG HEMAT
Sesuai namanya, hemat di biaya. Itu aja.


WARUNG TEPAT
Ada yang unik sama warung ini. Tiap pelanggannya punya semacam kartu member. Di harganya tercantum tambahan beberapa rupiah. Namanya “biaya kenikmatan”.

***

Suatu hari di tahun 2015

Harga bawang naik cukup signifikan. Hari-hari pertama Warung Hemat masih bertahan. Namun lama-lama mereka sudah tidak kuat menyajikan ketoprak dengan cita rasa dahsyatnya. Pelanggan mulai merasa tidak nyaman.

Pekan berikutnya, Warung Hemat berpikir bahwa mereka tida ingin lagi mengorbankan rasa. Dan konsekuensinya, mereka menaikkan harga ketoprak andalannya 20% dari harga normalnya. Kembali, beberapa pelanggan cemberut dibuatnya.

Serba salah..

Tapi mari kita tengok Warung Tepat. Pelanggannya tetap ramai seperti biasa. Membernya tetap menikmati hidangan favorit mereka dengan senyum. Ada apa?

Ternyata para member ini baru merasakan apa yang selama ini mereka ikhlaskan. Biaya kenyamanan ini yang tetap membuat cita rasa Ketopraknya terjaga.

Di saat harga bawang melonjak naik, biaya simpanan ini yang membuat para pelanggan ini tetap menikmati semaian bawang di dalam bumbu Ketoprak favorit mereka.

Bahkan saat pelanggan tidak punya uang buat makan, mereka boleh ambil “tabungannya” untuk tetap menikmati ketoprak nikmat seperti hari-hari biasanya.

***

Sahabat,
Tidak ada yang salah dalam keduanya.
Yang ada hanyalah konsekuensi atas pilihan.

Saat Warung Hemat tetap memaksakan diri untuk memberikan citarasa normal dengan harga normal dalam kondisi harga bawang yang sedang naik, maka secara teknis akan ada penurunan profit, operasional yang dipangkas : AC yang tak lagi dinyalakan, pegawai yang perlu dikurangi, sampai mungkin harus pindah ke tempat yang lebih kecil untuk mengurangi biaya sewa.

Kita sebagai pelanggan mungkin akan bilang ,”Ya itu kan risiko Anda buka warung Ketoprak”. ^_^

Dan kita lihat bagaimana Warung Tepat mencoba mengamankan kenyamanan pelanggannya. Mereka  menyimpankan uang pelanggannya untuk jaga-jaga kalau di masa depan harga cabe atau bawang naik, para pelanggan tetap mendapatkan kenyamaman seperti biasa dari harga dan cita rasa. Dan , uang kenyamanan itu tetaplah milik pelanggan. Warung Tepat hanya menyimpankannya….

***

Dan itulah kira-kira Unit Link.
Ini adalah program ASURANSI (syariah) yang berbasis investasi. BUKAN produk investasi.

Sebagian kecil dari premi yang dibayarkan disimpankan dalam bentuk unit investasi. Untuk apa? Untuk menjaga kenyamanan nasabahnya agar tetap dapat mendapatkan hak asuransi nya saat dibutuhkan.

• Saat kalau-kalau lupa bayar premi, maka biaya premi akan dibayarkan oleh cadangan unit investasi ini

• Saat kalau-kalau gagal debet rekening yang dapat menyebabkan sebuah polis jadi nonaktif tanpa kita sadari, maka cadangan unit investasi ini yang mengamankan

• Saat kalau-kalau terjadi ketiadaan cashflow untuk membayar premi bulanan, maka biaya asuransi akan ditalangi oleh cadangan unit investasi ini sehingga polis tidak serta merta hangus

• Dan jika 3 hal di atas tidak harus terjadi, maka unit investasi cadangan yang tersimpan masih tetap menjadi milik nasabah.

Unit Link,
Justru penting untuk menjaga agar fungsi asuransinya dapat berjalan sesuai rencana sehingga keluarga kita tetap nyaman karenanya.

Yang terpenting, seseorang perlu menahami bagaimana produk fenomenal yang adil dan humanis ini bekerja agar dapat berfungai optimal.

Maka dari itu gunanya unitlink adalah untuk jangka panjang. Mari rencanakan masa depan yang lebih cerah.

Sumber : Tulisan Gusnul Pribadi "Unitlink dan Bawang Ketoprak"

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram

Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik.

UANG GAK BALIK FULL! SEMOGA BERKAH BUAT PERUSAHAAN ASURANSI DAN AGENTNYA!

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , , No comments



Assalamualaikum, Semoga ALLAH senantiasa melindungi saudaraku yang membaca tulisan ini dan juga diberikan karunia berupa ilmu dan harta halal melimpah serta kesehatan, kelancaran segala urusan, diberikan yang terbaik dari ALLAH. Karena DIA lah yang maha pengasih, penyayang, merawat ciptaan Nya.

Bismillah. Qadar Allah, dari seorang sahabat yang terbesit keinginan menutup polisnya kemudian mengeluarkan bentuk kalimat kekecewaan sehingga saya terinsipirasi membuat tulisan ini.

Kali ini kita bahas (lagi) tentang Asuransi Syariah. Menjawab keberatan nasabah tentang isu Mengambil Harta Dengan Cara Dzolim. Keberatan ini seringkali muncul ketika nasabah menyadari bahwa nilai tunainya tidak seperti yang beliau harapkan ketika diawal membuka polis Asuransi Syariah. Ada kemungkinan yang terjadi :
1. Bisa jadi memang si agennya kurang tepat menggambarkan ketidakpastian investasi sehingga nasabah berpikir tidak sesuai dengan yang agen maksudkan tentang porsi investasi di Asuransi Unitlink;
2.  Atau mungkin aja sih dan ini yang kebanyakan saya temukan bahwa emang pemahaman nasabah terhadap agen yang emang belum sesuai.

Jadi, ketika ternyata investasinya TIDAK sebesar jumlah premi yang dibayarkan, maka muncullah stigma bahwa Asuransi mengambil harta dengan cara yang tidak baik (batil). Sebenarnya topik ini dapat saja terjadi di penjualan apa saja. Mari kita ambil contoh yang sederhana.

Ketika seseorang membeli sebuah jenis makanan, sering ditanya :

"Dek, mau toppingnya 2 atau 3?"

Kemudian si adik bilang "dua aja mbak..." (si adik memilih angka yang kecil karena khawatir uangnya tidak cukup)

Dan ketika membayar, sang kasir bilang "Dek, uangnya kurang Rp. 5.000,-"

Si Adik bengong, sambil menunjuk harga di papan.

Dan sang kasir bilang "Oh, kalau itu harga dengan 1 topping dek. Tadi adek kan mau 2 topping, jadi ada tambahan Rp. 5.000"

Bisa ya dirasain ini?
Kalau anda ada di posisi si adek ini. Bagaimana anda ingin diperlakukan?
.
.
.
.
.
.
.
.
Ya benar, kalau saya tebak pikiran anda, mungkin anda berpikir seperti ini :
Sebaiknya penjualnya menjelaskan harga 1,2 dan 3 topping pada si adek. Sehingga adek dapat memili dengan baik dan terbuka.

Baik. Semoga kita sudah dapat esensinya tentang mengambil harta dengan cara yang kurang tepat.

Maksudnya apa?
Bukankah si adek mendapatkan apa yang dia bayar walau Rp. 5000,- lebih mahal?

Sama seperti Asuransi (Syariah). Jadi ide awalnya adalah, ceritakan mekanisme alur uang calon nasabah.


Premi
.
.
.
Wakalah + Investasi
.
.
.
Biaya Asuransi
.
.
.
Iuran tabaru' yang dihibahkan

Intinya ya temen - temen, topik keberatan itu muncul bukan karena produknya. Melainkan adalah karena kekurangancakapan sebagian besar nasabah akan pemahaman tersebut atau dari sisi agennya menjelaskan aliran uang premi nasabah ketika mereka memiliki polis ini.


1. Ketika nasabah membayar premi Rp. 500.000,-, maka premi itu langsung dibagi 2 yaitu bagian proteksinya (1) dan bagian investasinya (2). Jika dijumlahkan poin 1 dan 2 = Rp. 500.000,-. 

2. Nah apa yang terjadi dengan biaya Rp. 350.000,-? Maka uang tersebut akan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu biaya wakalah (3) dan sebagian dialokasikan ke Pru saver (4). Di tahun pertama 80% dari Rp. 350.000,- dijadikan biaya wakalah menjadi Rp. 280.000,- (3). Setelah diambil menjadi biaya wakalah sebesar Rp. 280.000,-, maka sisanya yang Rp. 70.000,- akan dimasukan ke Pru Saver (4).

3. Lalu bagaimana dengan alokasi dana asli dari Pru Saver yang Rp. 150.000,- (2)? Uang tersebut akan diambil 5% dari Rp. 150.000,- sebagai biaya wakalah investasi (5) sebesar Rp. 7.500,- dan 95% dari Rp. 150.000,- yaitu Rp. 142.500,- menjadi investasi (6).

4. Kemudian bagaimana investasinya? Jadi seperti ini.. Poin 4 dan 6 akan dijumlahkan menjadi Rp. 212.500,- (7) yang disebut total saver sebelum biaya tabaru'. Dana tersebut akan dikonversikan menjadi bentuk unit / investasi lebih mudah membayangkannya adalah lembaran saham. Contoh harga unit investasi pada hari itu per unit adalah Rp. 2.123/unit. (8). Maka poin (7) akan dikonversikan menjadi unit. Maka
Rp. 212.500,- : Rp. 2.123/unit = 100.09 unit (9).

5. Setelah itu berapa yang menjadi investasi sebenarnya? Kita akan lihat ada biaya apa saja sih? yuk..
a. yang pertama ada biaya admin (10), biaya admin itu adalah Rp. 37.500,- atau 17.66 unit;
b. lalu berapa biaya asuransinya? (11), contoh disini adalah Rp. 100.000,- atau 47.10 unit;

untuk informasi biaya asuransi dibagi menjadi 2 yaitu adanya biaya ujrah / upah (12) pengelolaan resiko yang dimana diberikan kepada si pengelola dalam bentuk rupiah Rp. 50.000,-. Kemudian berapa iuran tabaru'nya? sama saja dengan porsi biaya ujrah yaitu 50% dari poin (11) sebesar Rp. 50.000,- yang dimana akan dihibahkan menjadi DANA TABARRU (13). Dan sebenarnya dana sosialnya itu ada di Dana Tabarru.

Kembali ke biaya, berapa total biayanya? poin 10 + 11 = 64.77 unit (14), sehingga 100 unit (9) yang harusnya masuk ke investasi menjadi 35.33 unit (100 unit - 64.77 unit) (15).
Dan inilah yang masuk ke Pru Saver, kok kecil sekali rief cuma 35.33 unit? Gak kok, nanti di tahun 2, 3, 4, 5 dan seterusnya komposisinya akan berubah semakin besar. Maka dari itu ini adalah tempat mengelola dana jangka panjang, kalau misalnya diambil jangka pendek ya jelas rugi mending simpen duitnya di Bank saja. (Baca : RUGI IKUT ASURANSI!)

Kalau ada nasabah yang complain saat menutup polisnya di tahun jangka pendek, kemudian dia tau nilai tunainya tidak sebanding apa yang dikeluarkan maka tidak sedikit nasabah yang mengeluarkan kalimat "semoga berkah uang saya yang tidak dikembalikan tersebut buat perusahaan dan agentnya" (yang sebenarnya lebih ke artian "saya gak punya uang lagi dan gak sanggup nerusin nominal tersebut"). Maka dapat saya jawab, Insya Allah berkah, karena anda sudah menyisihkan uangnya ke dalam Dana Tabarru yang dimana fungsi dana tersebut adalah menolong nasabah lain yang sedang kesulitan dana untuk biaya kesehatan dan santunan kepada ahli waris yang ditinggalkan saudara kita. Ada unsur sodaqohnya kan? Iya dong ^_^.

"Percaya sama Allah aja rief, Insya Allah, Allah SWT bakal bantu kalau hambanya kenapa2, selama dia memohon meminta pertolongan dan perlindungan sama Allah SWT"
ada yang salah dengan kalimat itu? gak ada yang salah dengan kalimat tersebut, benar! harus mintanya sama Allah SWT berupa pertolongan dan perlindungan. Yang SALAH adalah tidak berdoa dan memintanya sama sekali.

Insya Allah dengan Infaq dan Sodaqah, Allah akan memberikan balasan berupa kesehatan, rejeki melimpah dan diperlancar segala urusan sehingga tidak sampai menggunakan fasilitas proteksi dari Asuransi (Syariah) tersebut yaitu Dana Tabarru nya.

Sekian penjelasannya, Jazakallah khair.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram

Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik

PILIH 1 ATAU 2?

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , , No comments


Bismillah, Jakarta pagi hari sabtu tanggal 29 April 2017.
Hari itu adalah salah satu hari besar buat kami, dikarenakan adanya perayaan wisuda adik ipar yang mendapatkan gelar S. Kom. Dari subuh kami sudah bersiap untuk antisipasi tidak mengalami keterlambatan saat tiba di tujuan yaitu gedung Sasono Utomo - Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Saat tiba di Taman Mini Indonesia Indah teringat masa lalu saat masih kecil dimana suasana tidak sepadat saat ini, beneran padat banget. Sampai di jalan Taman Mini mengalami kemacetan, dulu sangat - sangat lengang. Sembari menunggu yang diwisuda selesai acaranya, kami gelar tikar untuk sekedar merenggangkan kaki dan badan. Bercanda gurau dengan istri dan sikecil. Dan tersadar bahwa "Zaman Dulu" sudah terlewati dan ada banyak perubahan secara sadar atau tidak kita sadari serta bukan hidup di zaman dulu melainkan zaman sekarang.

Beginilah Jakarta, dimana waktu sangat berharga bagi penghuninya disamping karena macet dan dimana waktu tidak bisa diputar kembali. Ada dua jenis tipe pengguna waktu untuk keluarga yaitu :
1. Seseorang yang mementingkan waktu untuk keluarganya.
2. Seseorang yang perlu melakukan pengorbanan untuk mendapatkan waktu untuk bersama keluarganya.

Jadi, yang mana tipe kalian? Nomor 1 atau 2?
Akankah nanti saat masuk usia pensiun kalian harus tetap bekerja? Iya atau tidak?
Apapun jawabannya bagi pembaca tulisan ini yang belum memasuki usia pensiun, adalah jawaban tidak pasti. Karena mereka belum tau saat pensiun nanti seperti apa (mau tipe yang menikmati usia pensiun atau masih terus bekerja untuk bertahan hidup sebagai penunjang biaya sehari - hari). Silahkan Klik untuk membaca artikel terkait pensiun.

Untuk itu pentingnya bekal program perencanaan dari mulai muda agar masa pensiunnya bisa lebih menikmati. Ada beberapa cara, dapat saya sebutkan antara lain adalah menabung atau berinvestasi.
Menabung, dalam hal ini perlu digaris bawahi ialah kegiatan tersebut sebagai menyimpan uang entah jangka pendek atau jangka panjang.
Investasi, dalam hal ini berbeda dengan menabung. Perbedaanya adalah disini tempat mengelola dana, bukan tempat untuk menyimpan uang. Dan namanya investasi sudah dipastikan jangka waktunya sangat panjang, toh kalau mau diambil dalam jangka pendek sudah dipastikan rugi kalau itu dilakukan lebih baik menabung.

So.. kembali lagi ke bagian poinnya mau tipe nomor 1 atau 2?
1. Seseorang yang mementingkan waktu untuk keluarganya. Tempat untuk curhat suami, istri atau anak - anaknya. Menghabiskan banyak waktu dan momen berharga dengan mereka. Menjadikan keluarga sebagai madrasah untuk anak - anaknya.
2. Seseorang yang perlu melakukan pengorbanan untuk mendapatkan waktu untuk bersama keluarganya. Tipe ini sangat disibukan dengan pekerjaan dan keduniawian. Jangan sampai suami anda merasakan punya suami tapi seperti gak punya suami, punya istri tapi serasa gak punya istri, punya ayah / ibu tapi terasa tidak punya orang tua disebabkan kesibukan pekerjaan masing - masing.

Kalau saya pribadi sih pilih Waktu untuk keluarga, bisa jalan - jalan seperti liburan ke Taman Mini Indonesia Indah. Murah meriah, putri kecilku senang, kami sebagai orang tuapun ikut senang melihat dia ketawa bahagia.

Jadi sepakat ya untuk teman - teman pembaca mengenai pentingnya perencanaan keuangan yang tepat. Jika ada penulisan yang salah atau ada yang tersinggung dengan tulisan saya ini saya mohon maaf, karena sesungguhnya khilaf berasal dari saya dan kebenaran hanya dari Allah SWT.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram
Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik

ASURANSI SYARIAH HARAM?

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , No comments



Assalamualaikum, diiringi dengan Bismillah semoga tulisan ini bermanfaat buat teman - teman pembaca dan juga yang telah membagikan tulisan ini. Kali ini saya mengangkat tema terkait Asuransi Syariah, tidak hanya menjadi trend atau gaya hidup nasabah - nasabah muslim, bahkan nasabah saya yang non muslim pun memilih Asuransi Syariah untuk pengelolaan keuangannya. Karena ada banyak kebaikan dan keuntungan yang besar dalam sistem Syariah. Kebanyakan pertanyaan nasabah adalah Asuransi Syariah Halal atau Haram? Dapat saya jelaskan bahwa pengelolaan uang nasabah konvensional dengan syariah itu terpisahkan, tidak boleh disatukan. Dengan cara memisahkan pembukan akuntansinya, jadi perusahaan Asuransi Konvensional mempunyai pembukuan sendiri dan Perusahaan Asuransi Syariah mempunyai pembukuan sendiri begitupun pengelolaannya keuntungan dicatat di buku masing - masing. Apabila perusahaan Asuransi Konvensional membeli instrumen investasi ya harus instrumen yang konvensional, tidak boleh ikut ke syariah begitu juga sebaliknya perusahaan Asuransi Syariah tidak boleh membeli instrumen yang konvensional, harus berfokus pada instrumen Syariah. Yang menjadikan halal atau haramnya investasi di Asuransi adalah bagaimana cara mendapatkannya, begitupula pembukuan dan laporannya.

Pembahasan tentang Asuransi Syariah berikutnya adalah tentang Multiakad dalam Asuransi Syariah. Multiakad atau akad ganda, yaitu penggabungan akad hibah dan akad tijarah (komersial), padahal Nabi melarang dua kesepakatan dalam satu kesepakatan. Ada beberapa hadis yang menyebutkan larangan membuat beberapa akad dalam satu akad, antara lain:

Pertama,
Hadis riwayat Ahmad dari Abu Hurairah: “Rasulullah Saw. melarang jual beli dan pinjaman.”

Kedua,
Hadis riwayat Tirmidzi dari Abu Hurairah: “Rasulullah Saw. melarang dua jual beli dalam satu jual beli (bay’atain fi bay’atin)”.

Ketiga,
Hadis riwayat Ahmad dari Ibnu Mas’ud: “Nabi Saw. melarang dua kesepakatan dalam satu kesepakatan (shafqatain fi shafqatin).”

Keempat,
Hadis riwayat Thabrani dari Hakim Ibnu Hizam: “Nabi saw. telah melarang aku dari empat macam jual-beli yaitu: (1) menggabungkan salaf (jual-beli salam/pesan) dan jual-beli; (2) dua syarat dalam satu jual-beli; (3) menjual apa yang tidak ada pada dirimu; (4) mengambil laba dari apa yang tak kamu jamin [kerugiannya].”

Lalu bagaimana menanggapi hal ini? Untuk menjawab ini, saya mengambil contoh ilustrasi yang disampaikan Ust Erwandi Tarmizi ketika membahas tentang Dana Talangan Haji tahun pada tahun 2013

Dana talangan haji,
seseorang setor 5 juta dijamin berangkat. Institusi menalangi, misal, 20 juta. Apakah uang ini diberikan atau dipinjami (dan harus dikembalikan). Jawabnya : dipinjami. Pertanyaannya, ketika mengembalikan berapa yang jumlah harus dikembalikan? Apakah 20 juta juga, atau lebih? Lebihnya ini sering disebut biaya administrasi, karena ada survei, urusan surat menyurat dll. Pertanyaannya : berapa jumlahnya? Apakah perusahaan ada ambil keuntungan lain. Pastinya, karena dari sana perusahaan bisa bertahan, bayar sewa gedung, gaji karyawan dll. Produk dana talangan haji menggunakan akad pinjaman (QARDH) — boleh, Mekanisme biaya administrasi dll menggunakan akad bisnis/tukar menukar (IJARAH) - boleh

Nah, sejalan dengan hadis di atas, yang tidak boleh adalah MENGGABUNGKAN kedua akad tersebut (Pinjam meminjam dan Jual Beli) atas satu objek. Disampaikan bahwa, tidak semua penggabungan dua akad itu dilarang. Bahkan dua, tiga atau empat akadpun tidak ada masalah. Yang tidak boleh adalah yang ada larangannya. Kembali ke kaidah fiqh : "Dalam muamalah, segala sesuatu diperbolehkan, kecuali ada larangannya"

Jadi,  akad ganda yang dilarang itu adalah akad terhadap objek yang sama. Pelarangan ini dimaksudkan untuk menghindari adanya ketidakjelasan akad, yang bisa membingungkan dan merugikan salah satu pihak. Sebagai contoh: jika saya menyerahkan uang kepada seseorang, harus jelas apakah uang itu pinjaman ataukah pemberian. Dikatakan akad ganda jika suatu saat saya berkata uang itu pemberian, pada saat lain saya berkata uang itu pinjaman. Lalu, Bagaimana dengan AsuransiSyariah ?

Dalam asuransi syariah terdapat dua akad, yaitu akad tabarru (hibah) dan akad tijarah (komersial). Kedua akad ini objeknya berbeda, dan pihak-pihak yang terlibat pun berbeda.

AKAD TABARRU
Objek akad tabarru adalah pengumpulan dana tabarru (hibah) oleh para peserta. Pihak yang terlibat adalah peserta sebagai individu dengan peserta sebagai kumpulan. Peserta sebagai individu menghibahkan sejumlah dana kepada peserta sebagai kumpulan, yang akan digunakan untuk menolong para peserta yang mengalami suatu musibah.

AKAD TIJARAH
Akad tijarah adalah pengelolaan dana tabarru oleh perusahaan asuransi. Pihak yang terlibat adalah peserta (sebagai individu maupun kumpulan) dengan perusahaan asuransi. Akad tijarah yang digunakan adalah akad wakalah bil ujrah (perwakilan, penyerahan wewenang dengan upah).

Jikalau tulisan ini bermanfaat silahkan bagikan, dan apabila ada pertanyaan bisa tanyakan langsung kepada saya atau orang yang membagikan tulisan ini. Barakallah...

(Sumber, Gusnul Pribadi / GP Telegram Channel)

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram
Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik

JANGAN MEMBEBANI ANAK DENGAN MASA TUA ATAU PENSIUN ANDA!

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , No comments


Dengan diawali mengucap Bismillah saya memulai tulisan ini. Assalamualaikum, teman - teman pembaca. Apakah saat ini teman - teman pembaca berprofesi sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil)? Apa sih yang dicari profesi tersebut sehingga ribuan bahkan jutaan orang mendaftar tes untuk masuk menjadi PNS? Beberapa dari kalian pasti akan menjawab :
1. Masa depannya terjamin.
2. Ada uang pensiun dan tunjangannya lumayan.
3. Kerjanya enak dan jelas.
4. Ada kenaikan harga diri sendiri di lingkungan atau bahkan senjata ke calon mertua buat melamar perempuan idaman.
5. Terhindar dari PHK.
Yang saya berikan huruf lebih tebal adalah alasan favorit kebanyakan orang untuk mengambil profesi menjadi PNS, betul kan?

Untuk teman - teman PNS, sudah tau belum asal sumber tunjangan hari tua yang didapat berasal darimana? Sumber dana tunjangan hari tua yang teman - teman PNS dapatkan sebenarnya adalah dari gaji kalian yang perbulannya dipotong sekian persen yang nantinya akan terkumpul sampai usia pensiun. Dengan kata lain tunjangan hari tua yang didapat ya dari diri pribadi sendiri sebenarnya.

Nah sekarang yang jadi pertanyaan adalah apakah pekerjaan teman - teman pembaca sekarang?
Dimana sekarang bekerja dan sebagai apa?
Pasti ada yang menjadi Non PNS. Untuk yang berprofesi sebagai Non PNS, apakah tempat teman - teman bekerja saat ini menyiapkan tunjangan hari tua atau dana pensiun untuk karyawannya? Ada yang menjawab iya dan ada yang menjawab tidak. Yang jadi permasalahan adalah ketika di kantor tempat kerja teman - teman pembaca tidak disertai tunjangan hari tua atau pesangon, yang akan terbebani malah keluarga kita. Saya sudah sering melakukan menjadi pembicara di seminar dan sosialisasi tentang dana pensiun bagi PNS di DKI Jakarta. Dapat saya ambil kesimpulan setelah saya survey dan mengecek berapa besaran nominal yang didapatkan saat pensiun nanti malah membuat mereka kecewa dan khawatir, karena ternyata nominal yang nanti mereka dapat tidak sesuai bayangan manisnya. Dapat saya pastikan bahwa tunjangan hari tua yang di dapat tidak kurang dari Rp. 100.000.000,-. Rata -rata kisaran Rp. 40.000.000,- hingga Rp. 80.000.000,-, tidak lebih dari itu. Yang jadi permasalahannya adalah jika biaya hidup keluarganya menghabiskan Rp. 5.000.000,-/ bulan, bisa dihitung dong jika ada PNS mendapatkan tunjangan hari tua paling besar Rp.80.000.000,- bisa habis dalam berapa lama? Kalau dihitung sih gak akan bisa lebih dari 1½ tahun alias 16 bulan. (untuk PNS yang mau tau berapa kelak tunjangan hari tua yang didapat saat pensiun, bisa hubungi saya. Akan saya bantu "intip" untuk akses kesana)

Bayangkan, mereka mengabdi kepada negara puluhan tahun hanya mendapatkan tunjangan hari tua segitu saja, bisa dibilang itu diluar bayangan manis mereka. Itu yang PNS, bagaimana nasib masa pensiun teman - teman yang bukan PNS yang tidak mendapatkan tunjangan hari tua atau pesangon dari tempat kerjanya? Jawab sendiri yah...
Ada fenomena mengerikan yang terjadi, pernah dengar tentang Burger Generation? Untuk lebih mudahnya saya gambarkan dengan Burger beneran, sambil teman - teman visualisasikan. Burger itu komposisinya adalah atasnya roti, kemudian bagian tengahnya ada daging dan salad, kemudian paling bawah adalah roti. Kita analogikan diri anda sebagai orang tua yang sebentar lagi pensiun adalah roti yang paling atas, kemudian bagian daging dan salad adalah anak kita, dan terakhir roti bagian bawah adalah keluarga dari anak kita (suami / istri dan anak - anaknya). Burger Generation / Generasi Burger adalah suatu keadaan dimana si anak (bagian tengah burger yaitu daging dan salad) harus terbebani atau menghidupi dua keluarga (roti bagian atas dan bawah) yaitu orang tuanya sendiri yang sudah pensiun tanpa penghasilan dan juga dia harus menanggung biaya hidup keluarganya sendiri (suami / istri dan anak - anaknya). Tentu kita tidak mau membebani anak begitu berat bukan? Ya walaupun kembali lagi itu adalah kewajiban seorang anak untuk "gantian mengasuh" orang tuanya. Kalau anda hanya mengandalkan transferan uang dari anak anda, jangan sampai mereka mengucap "ya ampun pak / bu, buat keluarga saya sendiri aja susah apalagi ngasih uang bulanan ke bapak / ibu" (Na'udzubillahi mindzalik). Dan baru - baru ini saya melihat video di youtube tentang kurang baiknya perencanaan keuangan saat pensiun, bukannya menikmati hidup malah terbebani hutang (PENYESALAN PENSIUNAN GURU PNS - Akibat Hutang RIBA). Semoga Allah menjauhkan anak - anak kita dari hal seperti itu juga menjaga kita agar tercukupi sehingga tidak membebani anak - anak kita dan dilindungi dari hutang. Aamiin.

Sebenarnya hal tersebut dapat kita minimalisir dengan adanya bekal yang sangat cukup dari sekarang untuk masa tua nanti, dengan cara memprogramkan dana pensiun sejak sekarang! Dengan adanya uang pensiun kita bisa lega. Saat pensiun adalah saat dimana kita tidak lagi mempunyai penghasilan sementara biaya hidup terus berjalan, itulah pentingnya program dana pensiun yang kita buat. Orang pensiun itu kerjanya ngapain aja sih?
1. Menikmati hidup
2. Jalan - jalan bersama pasangan (puber kedua hehehe :P)
3. Menikmati Hoby (mancing, gosok batu akik, melihara burung, dll)
4. Main dengan cucu
Kurang lebih garis besarnya seperti itu.

Semua kegiatan di atas itu butuh dana, contohnya saat cucu kita nanti main ke rumah kita. Mereka minta dibelikan jajan atau mainan, kalau kita punya uang pensiun yang cukup bisa saja kita belikan apa yang mereka minta dan kita manjakan mereka tanpa rasa khawatir kekurangan uang. Kenapa? karena kita saat pensiun punya uang yang cukup. Pertanyaan saya adalah kita jadi kakek / nenek favorit gak di mata cucu kita kelak? Sudah pasti jawabannya adalah iya, karena kita punya uang yang cukup buat memanjakan mereka. Tapi disini saya tidak mengajarkan untuk menolak pemberian dari anak loh ya, kalau anak transfer uang ya terima saja. Itu akan menjadikan ladang pahala buat anak - anak kita, walaupun tanpa uang transferan tersebut hidup kita sudah tercukupi dari program pensiun yang kita siapkan.

Sehebat - hebatnya manusia, pasti punya rasa lelah, usia tua, masa sakit, dan masa tidak produktif. Akan tiba masanya dimana kita sudah tidak bisa lagi bekerja terlalu keras. Dimasa itu nanti, kita sebaiknya bukan lagi mengandalkan pekerjaan atau usaha, akan tetapi mengandalkan aset yang sudah kita siapkan jauh - jauh hari. Demi masa depan, kita harus memasang ancang - ancang dan merancang agar kita saat pensiun tidak perlu lagi bekerja keras, tapi cukup mengambil dari hasi yang kita sudah persiapkan.

Jadi tidak ada salahnya teman - teman pembaca ngobrol atau konsultasi dulu dengan saya atau kepada orang yang membagikan tulisan ini mengenai perencanaan dana pensiun yang ideal buat teman - teman pembaca. Sekali lagi, anda bisa hubungi saya atau kepada orang yang membagikan tulisan ini ke anda.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram
Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik

RUGI IKUT ASURANSI!

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , , No comments


Sangat rugi ikut Asuransi, kenapa nilai tunainya tidak sesuai dengan ilustrasi?
Saya perlu memastikan terlebih dahulu kepada teman - teman pembaca bahwa Asuransi itu bukanlah Bank! ya sekali lagi Asuransi bukanlah Bank!

Bank adalah tempat untuk menyimpan uang, sementara Asuransi adalah tempat mengelola uang jangka panjang. Ingat! Asuransi adalah tempat mengelola uang bukan menyimpan uang. Jika teman - teman pembaca merasa rugi ikut Asuransi, sebaiknya kembali lagi kita lihat dari sudut pandang lain. Semua itu ada plus minus nya, jika merasa diuntungkan nabung di Bank ya sah - sah saja. Kalau di Bank tidak ada potongan apapun, suatu waktu mau memasukan uangnya berapapun ya silahkan dan jika mau diambil kapanpun juga bisa. Masukin uang pagi hari, diambil sorenya pada hari yang sama juga bisa. Karena pada dasarnya Bank adalah tempat menyimpan uang, mau jangka pendek dan jangka panjang bisa saja. Banyak orang - orang mempunyai uang banyak di dalam rekening Banknya, namun jika terjadi resiko seperti sakit, meninggal dunia, kecelakaan atau terkena musibah. Maka uang di dalam rekening bisa saja digunakan untuk biaya - biaya tersebut. Mohon maaf biaya kesehatan PASTI SANGAT MAHAL SEKALI.

Bank dengan Asuransi mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kenapa ada nasabah ikut setahun atau dua tahun kemudian uangnya diambil malah tidak sesuai dengan perhitungan bahkan dibawahnya bahkan habis. Untuk informasi teman - teman pembaca, bahwa prinsip dari Asuransi adalah gotong royong atau Risk Sharing atau ta'awun yang dimana jika nasabah terjadi resiko maka akan ditanggung bersama jikalau dalam syariah disebut dana tabaru'. Jika nasabah memilih uangnya disalurkan ke Asuransi, maka uang nasabah tersebut digunakan untuk menanggung resiko dari nasabah yang sedang kena musibah (prinsip Asuransi Syariah) dengan kata lain uangnya digunakan untuk memberikan santunan ke saudaranya yang terkena musibah. Alhamdulillah dengan salah satu alasan tersebut yaitu gotong royong nasabah Asuransi sangat banyak. Dari pegawai negeri, jamaah haji, nelayan dan semua orang di negara maju sudah di Asuransikan.

Asuransi menjadi komoditas untuk negara maju dan orang - orang cerdas dengan mempersiapkan perencanaan untuk masa depan. Kalau masih ada yang berpikir "wah saya lebih baik nabung di Bank saja", ya silahkan saja itu hak teman - teman pembaca. Apakah itu untuk menyimpan uang jangka pendek, panjang, program pensiun dan lain - lain. Tapi yang teman - teman pembaca perlu tahu adalah kalian bisa saja sakit, kena musibah, resiko atau kecelakaan dan pada saat itu teman - teman pembaca ingat tentang Asuransi. Jika ada yang masih berpikir untuk ikut Asuransi setahun / dua tahun lebih baik jangan, karena sudah dipastikan akan merugikan teman - teman pembaca sehingga memarahi Agent Asuransi, menuntut perusahaan Asuransi, datang ke kantornya dengan teriak - teriak serta memukul meja. Jika masih ada teman - teman pembaca ikut Asuransi, perlu dipikirkan lagi karena ikut Asuransi itu rugi! Hanya ikut setahun sampai lima tahun, sudah dipastikan rugi! Namun jika ikut sesuai perjanjian atau kontrak selama sepuluh sampai lima belas tahun maka bisa saja mendapatkan keuntungan.

Loh! Gak salah itu selama sepuluh sampai lima belas tahun? Lama banget!
Jadi gini, tau ya PNS (Pegawai Negeri Sipili), kenapa mereka mempunyai dana pensiun dan tunjangan hari tua? Uang tersebut bukanlah diberikan dari Pemerintah! Melainkan dari gaji PNS tersebut yang dipotong setiap bulannya sampai mereka pensiun. Untuk temen - temen pembaca yang Non PNS, berarti kan tidak mempunyai uang pensiun ya? Mulai dari sekarang kelola uang pensiun itu sendiri, sehingga masuk ke usia pensiun pun walaupun teman - teman pembaca Non PNS bisa mempunyai uang pensiun dan tunjangan hari tuanya sendiri. Gak ada yang instan! Harus jangka panjang dan disiplin menabung, sisihkan uang dan kelola uangnya sendiri. Cerdas ya? Maka dari itu saya katakan program ini adalah untuk orang - orang cerdas.

Mau ada biaya kuliah anak? Ya harus nabung.
Mau ada dana pensiun? ya harus disiplin menyisihkan uangnya.
Mau beli rumah? Ya nabung.

Jadi jika sudah menentukan untuk berperilaku disiplin sisihkan uang dan nabung, teman - teman pembaca tinggal pilih mau di Bank atau Asuransi. Kalau saran saya ikut program Asuransi, kenapa? Karena untuk jangka panjang, meminimalisir resiko uang kita habis karena biaya tindakan kesehatan dan bisa terkena resiko hidup kapan saja sehingga resiko tersebut bisa dibagi ke nasabah lainnya.

Jika teman - teman pembaca menyadari pentingnya Asuransi, segera hubungi orang - orang yang membagikan tulisan ini. Silahkan tanyakan kepada mereka prosesnya seperti apa dan detailnya bagaimana. Orang - orang yang menyebarkan tulisan ini adalah orang yang peduli terhadap masa depan dan kehidupan teman - teman pembaca.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram
Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik

PENASARAN DENGAN CIKAL BAKAL KONSEP ASURANSI ISLAM?

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , No comments



Sebenarnya konsep asuransi Islam bukanlah hal baru, karena sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW yang disebut dengan Aqilah. Bahkan menurut Thomas Patrick dalam bukunya Dictionary of Islam, hal ini sudah menjadi kebiasaan suku Arab sejak zaman dulu bahwa, jika ada salah satu anggota suku yang terbunuh oleh anggota dari suku lain lain, pewaris korban akan dibayar sejumlah uang darah (diyat) sebagai kompensasi oleh saudara terdekat dari pembunuh. Saudara terdekat pembunuh tersebut yang disebut Aqilah, harus membayar uang darah atas nama pembunuh.

Menurut Dr. Muhammad Muhsin Khan, kata Aqilah berarti Asabah yang menunjukkan hubungan ayah dengan pembunuh. Oleh karena itu, ide pokok dari Aqilah adalah suku Arab zaman dulu harus siap untuk melakukan kontribusi finansial atas nama pembunuh untuk membayar pewaris korban. Kesiapan untuk membayar kontribusi keuangan sama dengan premi praktek asuransi sementara kompensasi yang dibayar berdasarkan al-Aqilah mungkin sama dengan nilai pertanggungan dalam praktek asuransi sekarang, karena itu merupakan bentuk perlindungan finansial untuk pewaris terhadap kematian yang tidak diharapkan dari sang korban.

Pada perkembangan selanjutnya, kata Syaekh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari, dengan datangnya Islam,sistem Aqilah diterima oleh Rasulullah SAW menjadi bagian dari hukum Islam hal tersebut dapat dilihat pada hadits Nabi dalam pertengkaran antara dua wanita dari suku Husail

“Diriwayatkan oleh Abu Hanifah yang mengatakan: pernah dua wanita dari suku Huzail bertikai ketika seorang dari mereka memukul yang lain dengan batu yang mengakibatkan kematian wanita itu dan jabang bayi dalam rahimnya. Pewaris korban membawa kejadian itu ke pengadilan Nabi Muhammad SAW yang memberikan keputusan bahwa kompensasi bagi pembunuh anak bayi adalah membebaskan seorang budak laki-laki atau perempuan sedangkan kompensasi atas membunuh wanita adalah uang darah (diyat) yang harus dibayar oleh Aqilah (saudara pihak ayah) dari yang tertuduh.

Murtadha Mutahhari, ketika menjelaskan tentang ad-Diyat ala al-Aqilahmengatakan. Anda mungkin pernah mendengar ungkapan: Ad-Diyah ala Al-Aqilah yang merupakan ungkapan yang sangat masyhur. Sebagian orang mengira bahwa kata Aqilah berasal dari kata aql (akal), sehingga ungkapan itu diartikan denda yang dibebankan kepada orang yang berakal (sudah dewasa). Padahal tidak demikian, melainkan Aqilah merupakan istilah tersendiri. Didalam bahasa Arab, di antara makna alaql adalah denda dan al `aqil adalah orang yang membayar denda.

Dalam beberapa kasus Islam membebankan denda asuransi kepada orang lain (bukan yang melakukan pelanggaran). Namun didalam ad-Diyah, yang menjadi sebab adalah bukan kesengajaan, melainkan karena kekeliruan. Apabila ad-Diyah itu disebabkan kesengajaan, maka tidak ada asuransi yang memikul tanggung jawab ini. Karena itu disyaratkan agar kerusakan itu tidak disebabkan kesengajaan. Di dalam masalah ad-Diyah, para ulama mengatakan, “wajib membayar denda terhadap sebagian kerusakan yang disebabkan kekeliruan seperti pembunuhan atau melukai karena kekeliruan atau kelalaian”.

MM Billah dalam disertasi doktornya mengatakan bahwa piagam (konstitusi ) Madinah, Konstitusi pertama didunia yang dipersiapkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah, didalam beberapa pasalnya memuat ketentuan tentang asuransi sosial dengan sistem Aqilah. Dalam pasal 3 Konstitusi Madinah: Rasul SAW membuat ketentuan mengenai penyelamatan jiwa para tawanan, yang menyatakan bahwa jika tawanan yang tertahan oleh musuh karena perang harus membayar tebusan kepada musuh untuk membebaskan yang ditawan. Konstitusi tersebut merupakan bentuk lain dari asuransi sosial

“Imigran diantara Quraish harus bertanggung jawab untuk membebaskan tawanan dengan cara membayar mereka tebusan supaya kolaborasi yang saling menguntungkan di antara orang-orang yang percaya sejalan dengan prinsip kebaikan dan keadilan”.

Sumber : Telegram GP

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram
Add Facebook