SAYA MAU NUTUP / BERHENTI BAYAR ASURANSI KARENA KEBUTUHAN BANYAK

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , , , No comments

Assalamualaikum teman - teman pembaca.
Bismillah, kalimat tersebut dibiasakan sebagai pembuka atau mengawali segala aktifitas kita yang berarti Dengan Menyebut Nama ALLAH SWT agar dimanapun dan sedang melakukan aktifitas apapun selalu melibatkan Sang Maha Pencipta. Semoga teman - teman yang membaca tulisan ini mendapatkan manfaat selalu dijaga dan selalu diberikan yang terbaik dari ALLAH SWT. Kali ini saya mau membagikan pengalaman dan buah pikir saya. Terinspirasi dari teman - teman yang baru menjadi nasabah saya bahkan sudah beberapa tahun lamanya. Ada kesamaan kalimat yang selalu mereka sampaikan ke saya.

"Rif, gue mau berhenti ikut Asuransi yah" kata salah satu nasabah saya
"Loh, kenapa mau berhenti?" tanya saya untuk menggali lebih dalam mencari alasan
"Lagi banyak pengeluaran rif, istri baru lahiran dan anak gue lagi banyak kebutuhan" jawabnya

Biasanya kalau sudah sms, telphone atau chatt ke saya dengan tema seperti itu saya tinggal menimpali dengan kalimat "oke, gue main ke rumah elo yah mau silaturahmi sekalian ketemu istri dan anak lo"

Banyak beragam alasan yang pernah saya terima antara lain :
"Gue mau berhenti, gak ada manfaatnya sama sekali"
"Gue bulan ini sampai selanjutnya kayaknya gak bisa bayar deh rif, lagi banyak kebutuhan"
"BPJS aja cukup gue rif"
dan banyak alasan lainnya.

Setelah saya  gali kemudian mereka mengungkapkan ke saya dari lubuk hati mereka yang paling dalam kebanyakan adalah "FINANSIAL GUE LAGI TURUN BAHKAN GAK CUKUP"

Sangat disayangkan bagi nasabah - nasabah yang menutup polisnya, dampaknya adalah :
1. Fasilitas kesehatan akan dibekukan, apabila diaktifkan kembali akan dikenakan masa tunggu dari awal (apabila belum masuk masa cuti premi).
2. Program Proteksi income yang dijalankan juga akan tersendat (kalau belum tahu apa itu Proteksi Income silahkan tanya saya).
3. Program Proteksi Asset yang dijalankan tidak berjalan semestinya (kalau belum tahu apa itu Proteksi Asset silahkan tanya saya).
4. Program Pembentukan Asset 1 Milyar tidak sesuai harapan (kalau belum tahu apa itu Pembentukan Asset 1 Milyar silahkan tanya saya).
5. Warisan untuk keluarga juga tidak bisa cair jika tidak sesuai dengan akad yaitu pembayaran dalam status lapsed. Baca : PUNYA HUTANG DALAM JUMLAH BESAR?
6. Uang pendidikan untuk kuliah anak anda akan tidak sesuai perhitungan bahkan kalau tidak melanjutkan berarti anda sudah meniadakan perencanaan pendidikan, modal usaha atau modal pernikahan anak anda.
7. Adanya uang pensiun yang punya peranan penting dimasa senja anda. Baca :JANGAN MEMBEBANI ANAK DENGAN MASA TUA ATAU PENSIUN ANDA!

Dengan me non aktifkan polis anda, maka manfaat multifungsi yang saya sebutkan semua di atas bahkan masih banyak dampak lainnya. Baca : BAHAYA! HATI - HATI! KLAIM ASURANSI DITOLAK!

Sungguh disayangkan bagi nasabah - nasabah yang menutup polisnya, padahal ada beberapa solusi yang bisa diambil seperti :
1. Adanya fasilitas untuk penurunan premi yang akan disesuaikan dengan manfaatnya nanti. Contohnya, apabila ada seoran nasabah yang rutin membayar preminya senilai Rp. 1.500.000,- yang kemudian karena ada kebutuhan mendesak sehingga cashflownya terganggu dan semua pengeluaran sudah diminimalisir termasuk premi rutin bulanannya bisa saja menjadi Rp. 1.000.000,- atau bahkan lebih rendah lagi. Hal tersebut bisa mempengaruhi fasilitas kesehatan yang di dapat atau bahkan tidak sama sekali, silahkan berkonsultasi dengan agen asuransi anda.
2. Adanya fasilitas untuk cuti premi setelah tahun kedua apabila nilai tunai aja cukup untuk hal tersebut, yang artinya anda tidak perlu rekeningnya dipotong secara autodebit atau membayarnya secara manual lewat ATM, Bank atau Merchant layanan lainnya. Cuti premi diberikan dengan mengambil dari nilai tunai tunai anda yang sudah terbentuk, besarannya tergantung berapa biaya asuransinya (biaya asuransi, berbeda dengan investasi).
3. Anda bergabung dengan saya untuk memulai bisnis yang seperti saya jalani yaitu membangun frenchise di bidang jasa konsultasi keuangan.

Untuk sekedar mengingatkan, bahwa bentuk kita sayang dengan keluarga ada banyak cara ya salah satunya membuat polis Asuransi (saya merekomendasikan yang berasaskan Syariah / Asuransi Syariah) karena sebagian besar dampak dari manfaat yang diberikan adalah untuk keluarga yang kalian sayangi. Alangkah bijaknya untuk tetap mempertahankan polis yang anda miliki. Jadikanlah premi Asuransi menjadi kebutuhan utama / primer / pokok anda demi keluarga.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram

Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik.


PUNYA HUTANG DALAM JUMLAH BESAR?

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , , , No comments

Bismillah, Assalamualaikum saudara - saudaraku yang menjalankan ibadah puasa dan teman - teman pembaca blog ini. Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk kalian semua. Kali ini saya mau sedikit berbagi pengalaman ketika bertemu 2 teman SMP saya yang sudah bertahun - tahun tidak bertemu, yah selama ini kami berkomunikasi hanya melalui media facebook atau whatsapp. Suatu hari kami berinisiatif untuk mengadakan pertemuan dan disepakati lokasinya adalah titik tengah dari masing - masing tempat tinggal kita (kayaknya sih), saya tinggal di Ciganjur (Jaksel), R tinggal di Jalan Juanda (Depok) dan D  tinggal di Ciracas. Daaaaan, kami sepakat bertemu di Cibubur, atas rekomendasi D kami bertemu malam hari di tempat makan ayam bakar gudeg.

Sampailah hari dimana kita sepakat bertemu, ditemenin hujan deres masing - masing dari kami berusaha untuk tidak menggunakan jam orang Indonesia alias jam karet atau bisa dibilang telat kalau dateng. Sesampainya disana R mengabari bahwa dia sudah tiba duluan, kemudian saya tiba 7 menit dari waktu yang sudah disepakati. Saya dengan R berbincang ringan dari menanyakan kabar keluarga, kesibukan sekarang dan anak masing - masing sampai ngobroli kopi. Yes! Kopi, jujur 2018 ini saya menjadi peminum kopi yang tadinya sangat jarang sekali meminumnya. Dengan pengetahuan kopi saya yang terbatas (sebenarnya sih copass kata - kata dari teman pebisnis kopi yang pernah disampaikan ke saya) saya sampaikan kepada R.

30 menit kemudian si D datang, saya dengan R sambil nunggu dia datang sudah menghabiskan 1 paket nasi gudeg,1 teh anget manis dan 2 es jeruk dengan tambahan tumis tempe (saya penggemar tempe, jadi ada sajian tempe ya saya gadoin). Tadinya niat ketika D datang, kami mau pulang aja, hahaha...

Ditengah obrolan kami ber 3, salah satu dari mereka bertanya pertanyaan menarik
"Rif, elo masih jadi Polisi kan?"
"Eh iya! Elo bukannya Polisi ya? Gue liat di Sosial Media lo suka mosting - mosting perencanaan keuangan"

YAK! saya masih menjalani profesi sebagai anggota kepolisian dan sayapun berprofesi sebagai Konsultan Keuangan Sistem Syariah secara profesional. Sekalian saja saya bagi pengetahuan saya tentang perencanaan keuangan, salah satunya adalah mengenai Waris dan Hutang. Tidak dapat dipungkiri salah satu atau kedua hal itu akan diberikan kepada ahli waris ketika kita sudah tutup usia. Masalahnya adalah porsinya lebih besar mana? Banyakan warisannya atau hutangnya?

Kalian pasti sepakat alangkah baiknya kita meninggalkan warisan daripada hutang. Warisan bisa dalam bentuk apa saja, contohnya harta, ilmu bermanfaat, pengalaman hidup dll. Menurut saya sangat penting untuk meninggalkan warisan, terutama saya sebagai seorang laki - laki, seorang kepala keluarga dan sebagai tulang punggung keluarga. Sebagai seorang anggota bhayangkara yang menangani suatu tindak pidana khusus, saya diikuti oleh resiko yang cukup besar. Gimana tidak? Lha wong orang mau solat subuh bisa saja disiram air keras oleh orang yang tidak dikenal, pengancaman dan intimidasi melalui telephone atau bahkan ke keluarga.

Saya berfikir (pake f ya bukan pake p), kalau seandainya saya ditakdirkan oleh ALLAH SWT menghadap duluan dalam tugas saya bagaimana nasib keluarga saya? Saya mempunyai seorang istri yang sedang mengandung 5 bulan dan 1 orang putri berusia 20 bulan. Kemungkinan terpahit yang akan terjadi adalah istri saya harus menitipkan putri saya ke rumah orang tua saya atau mertua saya dan diapun harus bekerja keras banting tulang untuk memenuhi kebutuhan dirinya dana anak - anak kami. Apakah saya tega? Gak! Sehingga saya menyiapkan katakanlah uang warisan sebesar 2M kepada istri saya, jadi dengan uang 2M tersebut apakah bermanfaat? Ya! Sangat bermanfaat bahkan menurut pendapat saya akan menjadi Amal Jariah (amal yang terus mengalir walaupun sudah beda alam), Allahualam.. Kira - kira, dengan uang warisan 2M tersebut :
1. Dengan uang 2M tersebut Istri dan anak - anak saya bisa bertahan hidup?
2. Dengan uang 2M tersebut Anak - anak saya bisa masuk sekolah bahkan biaya untuk kuliahnya?
3. Dengan uang 2M tersebut istri saya bisa menggunakannya untuk buka usaha? Katakanlah buka warung sembako. Jualan beras, berasnya laku dijual, dapat untung, untungnya buat mereka makan bertahan hidup atau mengembangkan usahanya.
Kira - kira itu bisa jadi Amal Jariyah kan ya buat saya nanti kalau sudah gak ada? Tapi balik lagi yang menilai ada ALLAH SWT.

Maka dari itu perlunya warisan yang ideal untuk mereka bertahan hidup minimal 5 tahun ke depan. Gimana cara mengetahui warisan yang ideal? Kita perlu mengetahui berapa rata - rata kebutuhan hidup secara keseluruhan yang dikeluarkan sebuah keluarga tiap bulannya, kemudian disetahunkan. Kita juga harus memperhitungkan inflasi dan berapa jangka waktu untuk bekal keluarga. Contoh :
Rata - rata biaya hidup sebuah keluarga di Jakarta menghabiskan biaya sebesar Rp. 7.000.000,-/bulan, kalau disetahunkan menjadi Rp. 84.000.000,-/tahun.
Katakanlah kenaikan inflasi sebesar 8%/tahun.
Warisan yang dikehendaki cukup untuk bertahan hidup keluarganya selama 5 tahun ke depan.

Kalau hitungan secara kasarnya adalah
Rp. 84.000.000,- x 5 tahun = Rp. 220.000.000,-
Rp. 220.000.000,- x 8% = Rp. 17.600.000,-
Jadi Rp. 220.000.000,- + Rp. 17.600.000,- = Rp. 237.600.000,-

Atau kalau mau lebih detail bisa ditotal dengan kenaikan inflasi dari tahun sebelumnya selama 5 tahun ke depan.
Saya tutup obrolan kami bertiga dengan saya membagi - bagikan kopi kepada 2 teman saya tersebut.

Seminggu kemudian R mengajak saya bertemu ternyata dia saat pertama kali saya share tentang warisan, berpikir akan hutang - hutang lumayan besar. Dia mau dibuatkan program apabila R dipanggil oleh ALLAH SWT terlebih dahulu, keluarganya tidak dibebankan hutang - hutangnya.

MEMBUAT PROGRAM WARISAN PROTEKSI HUTANG!


MOTOR SUPER SETIA DAN STRONG AKAN SEGERA PENSIUN

BY Arief Hidayatullah IN , , , , No comments


Assalamualaikum,
Bismillah..

Sabtu, 17 Maret 2018
Bengkel Resmi Motor Honda, Cibubur - Jakarta Timur

Jadwal rutin setiap sebulan sekali dihari sabtu atau minggu saya pasti melakukan service kuda besi setia saya hampir selalu di bengkel yang sama. Sangat jarang sekali saya terlambat untuk melakukan service, yah dalam 3 tahun terakhir yang saya ingat betul hanya telat satu kali sehingga terlewat sebulan dikarenakan padatnya aktivitas saya sebagai anggota Polri dan Financial Consultant. Walaupun tempat tinggal saya sekarang berada di Jakarta Selatan, saya sudah nyaman dan percaya kepada teknisi - teknisi terampil di bengkel resmi langganan saya di Cibubur - Jakarta Timur. Agak siangan sedikit datang ke bengkel itu pasti dapet nomer antrian berangka besar.
Pertanyaan yang sama saya terima setiap bulannya ketika menyerahkan kunci untuk antri di bengkel itu "Motor nya apa pak? Plat Nomernya Berapa? Ganti Oli? Olinya yang apa? Apa ada keluhan?"
Daaaannn... dengan jawaban yang samalah saya jawab "Honda Revo, B*****OX, Yup ganti oli yang bagus mbak, cek aja service semua kalau ada yang perlu diganti ganti aja sama yang baru"

Sekian lama menunggu akhirnya si tangguh masuk ke ruang perawatan, sang teknisi bongkar sana bongkar sini dan apabila ada laporan dari teknisinya "pak ini habis.. pak ini kotor... pak ini mesti diganti.."
Saya selalu menjawab "ganti aja sama yang baru, apapun yang perlu diganti.. ganti aja"

Namun hari itu laporan yang kurang mengenakan dari teknisi "pak ini mesti diservice dan diinapkan kurang lebih 3 hari disini karena mesinnya bla.. bla.. bla..(saya gak paham dan sudah gak fokus setelah kalimat rawat inap 3 hari), yah paling Sabtu ini masuk.. Senin baru dikerjain kira Rabu udah selesai, Kamis bisa diambil.
"Kira - kira berapa mas biayanya?"
"Paling minimal Rp. 1.000.000,-, tapi kalau bapak mau pakek pun ini motor masih bisa jalan"
"Yasudah saya pakek dulu mas, soalnya buat transportasi kesana kemari kerja saya"
"Baik pak, saya kerjakan apa yang saya bisa kerjakan"

Dan sampai saat ini masih saya pakai, karena belum sempat service kembali. Sebenarnya banyak sih solusinya :
1. Saya titipkan di bengkel, kemudian selama 3 sampai 4 hari ke depan saya menggunakan transportasi umum / online.
2. Saya beli tunggangan baru, tunggangan lama saya jual.
3. Pake mobil pribadi (jujur saya gak nyaman berangkat kerja menggunakan mobil di Jakarta, MACET! lebih nyaman pakai motor bisa efisien di jalur macet sekalipun)
3. Opsi lain yang belum saya pikirkan.

Dalam perjalanan saya berpikir, motor sudah saya isi dengan pertamax dan sesekali pertamax plus / turbo, gak pernah sekalipun saya isi premium. Oli saya berikan selalu yang terbaik. Apabila ada rusak sedikit pasti sparepart saya ganti baru, segalanya paling bagus. Masih kena service besar juga ya, hmmm.. Sudah masuk usia "tua" motor berarti. Kemudian saya bandingkan diri saya dengan motor, dalam aktivitas kerja saya tergolong sangat padat dengan mobilitas tinggi. Saya yang menungganginya aja kadang kerasa capek banget, apalagi motor itu yah. Kalau motor itu diibaratkan manusia, berarti manusia yang tanggung luar biasa dengan stamina tinggi.

Kalau misal manusia gimana ya?
Sudah dijaga kesehatan sedemikian rupa, kalau ALLAH SWT bilang sakit mau gimana?
Sudah berhati - hati, kalau ALLAH SWT bilang kena kondisi kritis gimana?

Kemudian saya hubungkan dengan program Asuransi Syariah..
Dampak dari motor rusak, imbasnya ya ke si penggunanya. Apapun jadi terhambat dari segi transportasi dan lain - lain
Dampak dari si pencari nafkah / tulang punggung keluarga / Suami / Kepala Keluarga sakit atau kena kondisi kritis gimana? Imbasnya ke keluarganya.

Sama seperti ojek online. Motor rusak, gak bisa narik. Kalau gak bisa narik, gak dapet duit. Kalau gak dapet duit, gak bisa isi deposit, isi bensin, beli beras, jajan anak, makan dan ngerembet ke lain - lainnya.

Bagaimana cara meminimalkan resiko terhadap keluarga yang kena imbasnya?
Selain berdoa kepada ALLAH SWT, buat satu program perencanaan atau tabungan untuk antisipasi hal tersebut. Dengan menabung bukan berarti kita tidak percaya dengan ALLAH SWT? Gak.. Gak gitu..

Ada Jasmani dan Rohani.
Jasmani untuk berusaha / ikhtiar.
Rohani untuk meminta / doa kepada SANG KUASA.

Dengan adanya tabungan, kita mengantisipasi imbas dari "kita gak bisa cari nafkah"
Dengan adanya program asuransi syariah, kita mengantisipasi imbas beban kepada keluarga kita.

Dengan ikhtiar, motor tersebut saya service dengan fasilitas terbaik.
Dengan ikhtirar, kita siapkan tabungan agar imbas tersebut tidak terlalu menjadi beban keluarga.

Dengan doa, kita pasrah dan percaya kepada ALLAH SWT.


Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant Shari'a
081280155666
Follow Instagram

Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik.

ASURANSI BERTEMAN DENGAN TAKDIR

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , No comments

Sementara anda membaca tulisan berupa obrolan singkat ini, Anda dapat membayangkan manfaat mengenai Asuransi Syariah untuk keluarga kita.

ASURANSI DAN TAKDIR
A : Gak mau ah ikut asuransi. Ikut asuransi itu melanggar takdir tau.
B : Maksudnya melanggar takdir gimana?



A : Ngapain juga asuransi-asuransi segala. Kalau emang udah takdirnya meninggal ya meninggal aja. Jaman dulu juga gak ada asuransi.
B : Lah emang lu pikir dengan ikut asuransi orang gak jadi meninggal apa? Meninggal sih meninggal aja. Asuransi kan bukan buat yang meninggal, tapi buat yang ditinggal. Biar ada santunan yang gantiin nafkah kalo kita-kita ini meninggal.



A : Kalau kita meninggal, kan itu udah takdir. Masalah keluarga kita kaya gimana setelah ditinggal juga udah ada takdirnya.
B : Hari ini kita udah tahu takdir kemaren. Kalau besok kita belom tahu, makanya Allah suruh kita berusaha, bukan nungguin takdir.



A : Tetapi jika kita asuransi, itu sama aja kita bergantung sama manusia, gak tawakal. Rezeki itu datangnya dari Allah, bukan dari asuransi. Lagian rezeki kan sudah dijamin sama Alloh, termasuk rezeki istri & anak-anak walaupun kita sudah meninggal.
B : Bener banget, rezeki datangnya dari Allah & sudah dijamin. Yuk kita ngaji aja sampe sore di Masjid, jam 5 baru deh kita pulang.

A : Gila lu, gue kan musti kerja. Masa bolos setengah hari, bisa diomelin bos gue nanti.
B : Ah takut amat sih lu ama bos. Emang rezeki lu datengnya dari Allah atau dari si bos?

A : (Mikir sebentar) heee… rezeki gue datengnya dari Allah.. melalui perusahaan gue… yang dipimpin oleh bos gue…
B : Lu bergantung sama manusia dong?

A : Nggak lah, rezekinya tetap dari Alloh, nah gue usahain dengan cara kerja. Kan gak mungkin rezeki itu turun gitu aja dari langit? mesti dijemput.
B : Nah bukannya asuransi juga sama aja tuh. Usaha untuk mendapatkan rezeki dari Allah ,melalui kontrak saling sepenanggungan dengan perusahaan asuransi dan sesama peserta asuransi yang lainnya. Gak melanggar takdir kan?


Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram

Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik.

Bisnis Yang Gak Akan Bikin Rugi Adalah Bisnis Menyenangkan Hati Orang

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , , , No comments



Assalamualaikum teman - teman pembaca, semoga kalian senantiasa diberikan karunia, rahmat dan dilindungi oleh Allah SWT serta selalu diberikan yang terbaik oleh Nya.

Jakarta,
Kamis, Tanggal 31 Agustus 2017.

Hari itu saya mendapatkan pelajaran berharga dari seorang yang luar biasa menurut saya. Seorang pemilik hotel bintang lima dan apartemen elit di Indonesia. Seorang yang luar biasa mampu mengayomi bawahannya. Seorang kepala keluarga yang sangat dicintai keluarganya.

Bermula pada aktivitas rutin saya untuk berangkat dinas di pagi hari menuju kantor saya yang sesampainya di sana saya melakukan rutinitas yang sudah terjadwal pada hari itu. Kebetulan pada hari itu jadwal saya merapikan administrasi. Agak sedikit bosan saya rasakan pada saat itu karena hampir setiap hari rutinitas saya adalah di depan laptop saja. 

Salah satu senior saya mengajak untuk meninjau lapangan dan berkoordinasi mengenai pekerjaan yang dia tangani, "ah kebetulan banget saya lagi bosan di dalam ruangan, butuh sedikit penyegaran untuk kelapangan" batinku.

Kami dari Jakarta meluncur ke Bekasi untuk koordinasi dan peninjauan lapangan. Setelah selesai semua urusan di Bekasi kami kembali ke Jakarta namun tidak langsung kembali ke kantor melainkan pergi ke daerah Kemayoran yaitu Hotel Swis - Belinn, menemui seorang luar biasa saya maksud diawal tulisan yang biasa kami sapa dengan nama Pak Gede. Sampai saat ini saya mengenal beliau sebagai pengusaha luar biasa sukses yang ramah dan mengayomi.

Sesampainya disana kami selalu disambut dengan hangat oleh beliau, yang saya kagumi adalah walaupun beliau pengusaha luar biasa sukses dengan kekayaan yang fantastis namun tetap mau merangkul kami yang bisa dibilang jauh dari levelnya. Kami banyak ngobrol mengenai usaha dia dan bagaimana dia memberikan banyak "kelebihannya" untuk bisa dirasakan orang banyak. Sampai ada satu percakapan yang membuat saya tercambuk saat ditengah asik kita mengobrol.

"Mas, sampean tau gak bisnis yang gak akan membuat kita rugi?"

saya terdiam tidak menjawab, menunggu kalimat lanjutannya..

"Bisnis yang gak akan membuat kita rugi ya, bisnis untuk menyenangkan hati orang"

"Lah maksudnya gimana Pak Gede?"

"Lah contoh saya ini sering ngajak karyawan saya untuk berlibur bareng - bareng satu kantor, ke Singapore, Bali, Raja Ampat. Kalau saya rutin seperti itu anak - anak (karyawan kantornya) pada seneng gak?"

"Wah itu mah pasti seneng pak dan kerja pada semangat"

"Terus lagi, dengan saya bantu menyumbangkan buaanyak hewan kurban yang kemudian dibagikan ke orang - orang yang berhak. Kira - kira mereka bahagia gak?"

"Yo tentu nu pak!"

"Terus kalau saya bantu tanpa pamrih orang - orang dibawah saya yang saya lakukan secara rutin tanpa putus, kira - kira mereka doain saya yang baik - baik gak? Pasti mereka berdoa :
Ya Allah semoga tahun depan bisa liburan satu kantor lagi.
Ya Allah semoga daging hari ini menjadi berkah buat kami, sehingga kami bisa makan enak.
Terus pasti ada orang yang saya bantu tersebut berdoa buat saya :
Ya Allah moga - moga Pak Gede rejekinya lancar dan tambah banyak serta diberikan kesehatan sehingga bisa kasih saya bantuan terus, bisa nyenengin kami terus..

Nah itu rahasianya mas, Allah mboten sare (baca : Allah gak tidur). Pasti! Dia akan mengabulkan doa orang - orang tersebut yang nanti imbasnya adalah ke saya"

JLEBBBB!

Hati saya terasa sesak, itu cambukan buat saya. Langsung di otak saya mengingat - ingat, apakah saya selama ini sudah membuat hati orang banyak? apakah selama ini saya lancar beramal? Ah boro - boro ke orang lain, di keluarga sendiri saja masih belum puas menyenangkan mereka.

Saya pribadi sampai saat ini masih sangat bersyukur, bisnis dibidang Asuransi yang saya jalani sebagai Financial Consultant di Prudential Syariah berjalan lancar dan karir serta pemasukan income saya naik dari tahun ke tahun. Saya berpikir apakah ini adalah "efek" dari saya membantu banyak orang? apakah ini adalah "efek" dari saya bersedekah?

Selama ini saya secara rutin beramal, selama ini saya rutin bersedekah.
Selama ini saya menerapkan kepada istri saya untuk membeli gamis baru yang diinginkannya dengan sistem one in, one out, Maksudnya adalah ketika bulan ini dia saya belikan gamis baru, maka gamis lama layak pakai yang dia miliki harus diberikan kepada orang lain untuk disedekahkan.

Bisa saja itu adalah penyebab saya menjadi sukses dikarir Asuransi ini. Sehingga saya mendapatkan formula sedekah, yaitu :

nilai yang kamu sedekahkan di jalan Allah,
maka akan kembali kepadamu berkali lipat senilai itu

Maksudnya gimana? Saya kasih contoh dengan pengalaman saya.
Ketika suatu jumat saya memasukan uang senilai Rp. 5.000,-, secara Hukum Allah ternyata amalan tersebut diganti sama Allah dengan adanya rekan saya mentraktir saya makan malam nasi goreng pada hari yang sama.

Ketika saya bersedekah dengan uang Rp. 100.000,-, Allah menggantinya berkali lipat dengan memudahkan saya mendapatkan nasabah kelas kakap.

Ketika saya bersedekah dengan uang Rp. 100.000,-, Allah menggantinya berkali lipat dengan rejeki dari atasan saya yang kemudian memberikan saya Rp. 1.000.000,- untuk ongkos bensin katanya.

Ketika saya bersedekah dengan uang Rp. 100.000,-, Allah menggantinya berkali lipat dengan diperlancarnya sidang tesis saya.

Masih banyak lagi cerita dari kekuatan sedekah. Bukan maksud untuk riya', yang saya harapkan dari tulisan ini bisa diambil positifnya.

Dan ternyata profesi sebagai Agent Asuransi Syariah yang saya jalani ini adalah jalan saya untuk membantu menyenangkan hati orang banyak. Membantu orang untuk merencanakan perencanaan keuangannya dan meminimalisir dampak dari resiko hidup mereka. Mereka adalah penyemangat saya dibisnis ini.
Istri dan putri kecilku adalah booster saya, saya tidak ingin mengecewakan mereka berdua untuk gagal dibisnis ini.



Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram


Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik.

NGACO! TUHAN DISAMAIN SAMA ASURANSI, GAK AKAN MUNGKIN BISA DIBANDINGIN!

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , No comments

Assalamualaikum..
Bismillah..
Sebuah kalimat yang luar biasa apabila kita mengawali segala sesuatu dengan kalimat tersebut (Bismillah) dari yang tadinya biasa akan menjadi super spektakuler luar biasa. Suatu kalimat yang apabila diucapkan diawal kita melakukan segala hal akan menjadi ridho Nya. Apakabar teman - teman pembaca sekalian? Mudah-mudahan selalu diberikan yang terbaik oleh Nya.

Saya sering mendapatkan jawaban dari orang - orang ketika belum terbuka hatinya untuk mengikuti program Asuransi Syariah. Banyak kalimat yang berbeda namun inti artinya sama yaitu mereka belum tergugah dan beberapa kalimat tersebut yang sering dengar kemudian saya tanggapi dalam hati "iya betul, tapi bukan begitu maksudnyaaaaa.....".

"ah sudahlah gampang itu.. buat program keuangan kuliah / pendidikan anak saya, nanti papanya kerja keras mas dan yakin dengan janji rejeki Allah 😀"

"rejeki udah ada yang atur, kalaupun saya meninggal Allah akan mengatur rejeki anak dan istri saya. Ikut Asuransi (Konvensional) artinya saya gak beriman"

"Gak ada jaminan loh ikut Asuransi, yang penting perbanyak sedekah, amal soleh dan kebaikan pasti bahagia dunia akhirat"

Apa saya menyangkal kalimat tersebut di atas? Gak pernah, beneran deh sumpah saya gak pernah menyangkal kalimat -kalimat tersebut. Lah emang kenyataannya seperti itu kan!

Tapi kalau saya pikir, gak sebanding atau gak pas lah apabila Sang Maha Segalanya disamakan dengan Asuransi. Masa sih Allah dibandingin sama Asuransi Jiwa (baca : Asuransi Kehidupan)? Masa sih Allah dibandingin sama Asuransi Kesehatan? Masa sih Allah disamain sama Investasi Unitlink?

DUAAAAAR!!!!

Bukan! Bukan gitu, gimana bisa kita bandingin Dia dengan Asuransi tersebut? Lah wong Dia yang menguasai Jiwa, Kesehatan dan Rejeki kita ya to?

Asuransi itu cocoknya disamain sama sendal, sepatu, pelindung lutut, pelindung siku atau helm!
Sendal gak akan bisa ngejamin si yang memakainya untuk terhindar dari tembusan paku atau beling.
Sepatu gak akan bisa ngejamin si pemakainya tersandung batu atau kaki meja, walaupun harga sepatu yang dibeli harganya selangit.
Pelindung lutut dan siku sama juga sih, gak akan ngejamin si pemakainya apabila jatuh tidak akan luka serius.
Helm! Ya apalagi helm. Gak akan ngejamin pemakainya terbebas dari kecelakaan berkendara. Ya kalau jatoh mah jatoh aja, udah Takdir Allah.

Tapi..... Hal tersebut diatas mampu meminimalkan resiko yang terjadi.
Sendal dari panasnya jalan dan tajamnya batu kerikil..
Sepatu dari nyerinya jempol apabila kesandung batu atau kaki meja..
Pelindung lutut dan siku dari lecetnya apabila terjatuh yang dimana luka lecet disitu akan sangat menyiksa, sungguh beneran deh nyiksa bener jadi nya tangan atau kaki kita susah ditekuk apalagi pakai celana panjang.
Helm melindungi dari banyak hal..





Punya Asuransi bukan berarti teman - teman pembaca menjadi sakti mandraguna (bukan mandragade ya), tidak akan ngejamin juga anti sakit dan hidup abadi. Asuransi CUMA meminimalkan resiko, saya ulangi ya.. Asuransi CUMA meminimalkan resiko, sekali lagi saya ulangi biar dapet piring cantik karena ngulangnya udah 3x.. Bahwa Asuransi CUMA meminimalkan resiko.

Dan apasih yang bisa diminimalisir dengan CUMA Asuransi? Dengan Asuransi, teman - teman pembaca bisa meminimalisir :
1. Biaya rumah sakit yang notabenenya tiap tahun makin mahal.
2. Selain jiwa dan raga seseorang meninggal, maka penghasilannya / income nya pun akan ikut meninggal bersamanya sehingga bisa meminimalkan resiko keluarganya akan TERKAGET dikarenakan penghasilan seorang kepala keluarga tiba - tiba menghilang.
3. Apabila butuh dana darurat atau persiapan bekal masa depan pendidikan anak bisa bermanfaat atau bahkan untuk dana pensiun kita.

CUMA itusih sebuah Asuransi, jadi please deh jangan suka bandingin dengan Allah Yang Maha Kuasa levelnya udah tinggi banget gak terbatas.

Kalau yakin gak bakal jatoh, gakpapa sih gak usah pake Helm, pelindung dan lain- lain.
Kalau yakin motor bakal sampe tujuan, coba deh gak usah isi bensin.

Saran sih, temen - temen pembaca cobalah ayo jaga kesehatan, akhlak di dalam keluarga, perbaiki ekonomi kita dan tentunya punya Asuransi Kehidupan.

Yah Wallahualam saja deh, Saya sih cuma ikhtiar aja ngasih yang terbaik buat keluarga saya sendiri, kamu dan juga orang sekitar.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram


Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik.

Asuransi dan Analogi Nasi Digoreng / Nasi Goreng

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , No comments



Assalamualaikum.
Bismillah, suatu kalimat yang sangat terahmati dan menghasilkan berkah apabila kita mengucapkannya disetiap kita melakukan sesuatu yang baik. Sudah kurang lebih 3 bulan tidak membuat artikel menarik terkait perencanaan keuangan. Sekarang ini saya mau membahas perencanaan keuangan di Asuransi itu seperti anda membeli sepiring nasi goreng. Anda bisa memilih nasi goreng seperti apa sesuai menu yang disajikan. Bisa pesan nasi goreng telur, nasi goreng ayam, nasi goreng ati ampela atau nasi goreng sosis dan masih banyak lagi. Dalam asuransi kebanyakan yang diketahui masyarakat adalah paket perlindungan biaya apabila terjadi resiko dalam kesehetan dan jiwa (baca : kehidupan).

Sebenarnya sama halnya dengan analogi nasi goreng tadi, teman - teman pembaca bisa memilih jenis nasi goreng apa yang diinginkan, bahkan hanya nasi kemudian di goreng pun judulnya tetap nasi goreng. Untuk informasi bagi teman - teman pembaca ketahui dalam Asuransi Jiwa (sekali lagi bacanya adalah Asuransi Kehidupan), bisa kalian pilih apakah mau satu paket yaitu asuransi jiwa, kesehatan, investasi dan pembebasan premi? Apakah Asuransi Jiwa dan Kesehatan saja tanpa investasi? atau Asuransi Jiwa dan Investasi? eh bisa juga Asuransi Jiwanya saja (nasi digoreng saja tanpa telur, sosis, ayam dll). Penasaran? Silahkan hubungi nomer di bawah ini atau kepada orang yang membagikan tulisan ini.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram

Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik.