ASURANSI BERTEMAN DENGAN TAKDIR

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , No comments

Sementara anda membaca tulisan berupa obrolan singkat ini, Anda dapat membayangkan manfaat mengenai Asuransi Syariah untuk keluarga kita.

ASURANSI DAN TAKDIR
A : Gak mau ah ikut asuransi. Ikut asuransi itu melanggar takdir tau.
B : Maksudnya melanggar takdir gimana?



A : Ngapain juga asuransi-asuransi segala. Kalau emang udah takdirnya meninggal ya meninggal aja. Jaman dulu juga gak ada asuransi.
B : Lah emang lu pikir dengan ikut asuransi orang gak jadi meninggal apa? Meninggal sih meninggal aja. Asuransi kan bukan buat yang meninggal, tapi buat yang ditinggal. Biar ada santunan yang gantiin nafkah kalo kita-kita ini meninggal.



A : Kalau kita meninggal, kan itu udah takdir. Masalah keluarga kita kaya gimana setelah ditinggal juga udah ada takdirnya.
B : Hari ini kita udah tahu takdir kemaren. Kalau besok kita belom tahu, makanya Allah suruh kita berusaha, bukan nungguin takdir.



A : Tetapi jika kita asuransi, itu sama aja kita bergantung sama manusia, gak tawakal. Rezeki itu datangnya dari Allah, bukan dari asuransi. Lagian rezeki kan sudah dijamin sama Alloh, termasuk rezeki istri & anak-anak walaupun kita sudah meninggal.
B : Bener banget, rezeki datangnya dari Allah & sudah dijamin. Yuk kita ngaji aja sampe sore di Masjid, jam 5 baru deh kita pulang.

A : Gila lu, gue kan musti kerja. Masa bolos setengah hari, bisa diomelin bos gue nanti.
B : Ah takut amat sih lu ama bos. Emang rezeki lu datengnya dari Allah atau dari si bos?

A : (Mikir sebentar) heee… rezeki gue datengnya dari Allah.. melalui perusahaan gue… yang dipimpin oleh bos gue…
B : Lu bergantung sama manusia dong?

A : Nggak lah, rezekinya tetap dari Alloh, nah gue usahain dengan cara kerja. Kan gak mungkin rezeki itu turun gitu aja dari langit? mesti dijemput.
B : Nah bukannya asuransi juga sama aja tuh. Usaha untuk mendapatkan rezeki dari Allah ,melalui kontrak saling sepenanggungan dengan perusahaan asuransi dan sesama peserta asuransi yang lainnya. Gak melanggar takdir kan?


Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram

Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik.

Bisnis Yang Gak Akan Bikin Rugi Adalah Bisnis Menyenangkan Hati Orang

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , , , No comments



Assalamualaikum teman - teman pembaca, semoga kalian senantiasa diberikan karunia, rahmat dan dilindungi oleh Allah SWT serta selalu diberikan yang terbaik oleh Nya.

Jakarta,
Kamis, Tanggal 31 Agustus 2017.

Hari itu saya mendapatkan pelajaran berharga dari seorang yang luar biasa menurut saya. Seorang pemilik hotel bintang lima dan apartemen elit di Indonesia. Seorang yang luar biasa mampu mengayomi bawahannya. Seorang kepala keluarga yang sangat dicintai keluarganya.

Bermula pada aktivitas rutin saya untuk berangkat dinas di pagi hari menuju kantor saya yang sesampainya di sana saya melakukan rutinitas yang sudah terjadwal pada hari itu. Kebetulan pada hari itu jadwal saya merapikan administrasi. Agak sedikit bosan saya rasakan pada saat itu karena hampir setiap hari rutinitas saya adalah di depan laptop saja. 

Salah satu senior saya mengajak untuk meninjau lapangan dan berkoordinasi mengenai pekerjaan yang dia tangani, "ah kebetulan banget saya lagi bosan di dalam ruangan, butuh sedikit penyegaran untuk kelapangan" batinku.

Kami dari Jakarta meluncur ke Bekasi untuk koordinasi dan peninjauan lapangan. Setelah selesai semua urusan di Bekasi kami kembali ke Jakarta namun tidak langsung kembali ke kantor melainkan pergi ke daerah Kemayoran yaitu Hotel Swis - Belinn, menemui seorang luar biasa saya maksud diawal tulisan yang biasa kami sapa dengan nama Pak Gede. Sampai saat ini saya mengenal beliau sebagai pengusaha luar biasa sukses yang ramah dan mengayomi.

Sesampainya disana kami selalu disambut dengan hangat oleh beliau, yang saya kagumi adalah walaupun beliau pengusaha luar biasa sukses dengan kekayaan yang fantastis namun tetap mau merangkul kami yang bisa dibilang jauh dari levelnya. Kami banyak ngobrol mengenai usaha dia dan bagaimana dia memberikan banyak "kelebihannya" untuk bisa dirasakan orang banyak. Sampai ada satu percakapan yang membuat saya tercambuk saat ditengah asik kita mengobrol.

"Mas, sampean tau gak bisnis yang gak akan membuat kita rugi?"

saya terdiam tidak menjawab, menunggu kalimat lanjutannya..

"Bisnis yang gak akan membuat kita rugi ya, bisnis untuk menyenangkan hati orang"

"Lah maksudnya gimana Pak Gede?"

"Lah contoh saya ini sering ngajak karyawan saya untuk berlibur bareng - bareng satu kantor, ke Singapore, Bali, Raja Ampat. Kalau saya rutin seperti itu anak - anak (karyawan kantornya) pada seneng gak?"

"Wah itu mah pasti seneng pak dan kerja pada semangat"

"Terus lagi, dengan saya bantu menyumbangkan buaanyak hewan kurban yang kemudian dibagikan ke orang - orang yang berhak. Kira - kira mereka bahagia gak?"

"Yo tentu nu pak!"

"Terus kalau saya bantu tanpa pamrih orang - orang dibawah saya yang saya lakukan secara rutin tanpa putus, kira - kira mereka doain saya yang baik - baik gak? Pasti mereka berdoa :
Ya Allah semoga tahun depan bisa liburan satu kantor lagi.
Ya Allah semoga daging hari ini menjadi berkah buat kami, sehingga kami bisa makan enak.
Terus pasti ada orang yang saya bantu tersebut berdoa buat saya :
Ya Allah moga - moga Pak Gede rejekinya lancar dan tambah banyak serta diberikan kesehatan sehingga bisa kasih saya bantuan terus, bisa nyenengin kami terus..

Nah itu rahasianya mas, Allah mboten sare (baca : Allah gak tidur). Pasti! Dia akan mengabulkan doa orang - orang tersebut yang nanti imbasnya adalah ke saya"

JLEBBBB!

Hati saya terasa sesak, itu cambukan buat saya. Langsung di otak saya mengingat - ingat, apakah saya selama ini sudah membuat hati orang banyak? apakah selama ini saya lancar beramal? Ah boro - boro ke orang lain, di keluarga sendiri saja masih belum puas menyenangkan mereka.

Saya pribadi sampai saat ini masih sangat bersyukur, bisnis dibidang Asuransi yang saya jalani sebagai Financial Consultant di Prudential Syariah berjalan lancar dan karir serta pemasukan income saya naik dari tahun ke tahun. Saya berpikir apakah ini adalah "efek" dari saya membantu banyak orang? apakah ini adalah "efek" dari saya bersedekah?

Selama ini saya secara rutin beramal, selama ini saya rutin bersedekah.
Selama ini saya menerapkan kepada istri saya untuk membeli gamis baru yang diinginkannya dengan sistem one in, one out, Maksudnya adalah ketika bulan ini dia saya belikan gamis baru, maka gamis lama layak pakai yang dia miliki harus diberikan kepada orang lain untuk disedekahkan.

Bisa saja itu adalah penyebab saya menjadi sukses dikarir Asuransi ini. Sehingga saya mendapatkan formula sedekah, yaitu :

nilai yang kamu sedekahkan di jalan Allah,
maka akan kembali kepadamu berkali lipat senilai itu

Maksudnya gimana? Saya kasih contoh dengan pengalaman saya.
Ketika suatu jumat saya memasukan uang senilai Rp. 5.000,-, secara Hukum Allah ternyata amalan tersebut diganti sama Allah dengan adanya rekan saya mentraktir saya makan malam nasi goreng pada hari yang sama.

Ketika saya bersedekah dengan uang Rp. 100.000,-, Allah menggantinya berkali lipat dengan memudahkan saya mendapatkan nasabah kelas kakap.

Ketika saya bersedekah dengan uang Rp. 100.000,-, Allah menggantinya berkali lipat dengan rejeki dari atasan saya yang kemudian memberikan saya Rp. 1.000.000,- untuk ongkos bensin katanya.

Ketika saya bersedekah dengan uang Rp. 100.000,-, Allah menggantinya berkali lipat dengan diperlancarnya sidang tesis saya.

Masih banyak lagi cerita dari kekuatan sedekah. Bukan maksud untuk riya', yang saya harapkan dari tulisan ini bisa diambil positifnya.

Dan ternyata profesi sebagai Agent Asuransi Syariah yang saya jalani ini adalah jalan saya untuk membantu menyenangkan hati orang banyak. Membantu orang untuk merencanakan perencanaan keuangannya dan meminimalisir dampak dari resiko hidup mereka. Mereka adalah penyemangat saya dibisnis ini.
Istri dan putri kecilku adalah booster saya, saya tidak ingin mengecewakan mereka berdua untuk gagal dibisnis ini.



Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram


Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik.

NGACO! TUHAN DISAMAIN SAMA ASURANSI, GAK AKAN MUNGKIN BISA DIBANDINGIN!

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , No comments

Assalamualaikum..
Bismillah..
Sebuah kalimat yang luar biasa apabila kita mengawali segala sesuatu dengan kalimat tersebut (Bismillah) dari yang tadinya biasa akan menjadi super spektakuler luar biasa. Suatu kalimat yang apabila diucapkan diawal kita melakukan segala hal akan menjadi ridho Nya. Apakabar teman - teman pembaca sekalian? Mudah-mudahan selalu diberikan yang terbaik oleh Nya.

Saya sering mendapatkan jawaban dari orang - orang ketika belum terbuka hatinya untuk mengikuti program Asuransi Syariah. Banyak kalimat yang berbeda namun inti artinya sama yaitu mereka belum tergugah dan beberapa kalimat tersebut yang sering dengar kemudian saya tanggapi dalam hati "iya betul, tapi bukan begitu maksudnyaaaaa.....".

"ah sudahlah gampang itu.. buat program keuangan kuliah / pendidikan anak saya, nanti papanya kerja keras mas dan yakin dengan janji rejeki Allah 😀"

"rejeki udah ada yang atur, kalaupun saya meninggal Allah akan mengatur rejeki anak dan istri saya. Ikut Asuransi (Konvensional) artinya saya gak beriman"

"Gak ada jaminan loh ikut Asuransi, yang penting perbanyak sedekah, amal soleh dan kebaikan pasti bahagia dunia akhirat"

Apa saya menyangkal kalimat tersebut di atas? Gak pernah, beneran deh sumpah saya gak pernah menyangkal kalimat -kalimat tersebut. Lah emang kenyataannya seperti itu kan!

Tapi kalau saya pikir, gak sebanding atau gak pas lah apabila Sang Maha Segalanya disamakan dengan Asuransi. Masa sih Allah dibandingin sama Asuransi Jiwa (baca : Asuransi Kehidupan)? Masa sih Allah dibandingin sama Asuransi Kesehatan? Masa sih Allah disamain sama Investasi Unitlink?

DUAAAAAR!!!!

Bukan! Bukan gitu, gimana bisa kita bandingin Dia dengan Asuransi tersebut? Lah wong Dia yang menguasai Jiwa, Kesehatan dan Rejeki kita ya to?

Asuransi itu cocoknya disamain sama sendal, sepatu, pelindung lutut, pelindung siku atau helm!
Sendal gak akan bisa ngejamin si yang memakainya untuk terhindar dari tembusan paku atau beling.
Sepatu gak akan bisa ngejamin si pemakainya tersandung batu atau kaki meja, walaupun harga sepatu yang dibeli harganya selangit.
Pelindung lutut dan siku sama juga sih, gak akan ngejamin si pemakainya apabila jatuh tidak akan luka serius.
Helm! Ya apalagi helm. Gak akan ngejamin pemakainya terbebas dari kecelakaan berkendara. Ya kalau jatoh mah jatoh aja, udah Takdir Allah.

Tapi..... Hal tersebut diatas mampu meminimalkan resiko yang terjadi.
Sendal dari panasnya jalan dan tajamnya batu kerikil..
Sepatu dari nyerinya jempol apabila kesandung batu atau kaki meja..
Pelindung lutut dan siku dari lecetnya apabila terjatuh yang dimana luka lecet disitu akan sangat menyiksa, sungguh beneran deh nyiksa bener jadi nya tangan atau kaki kita susah ditekuk apalagi pakai celana panjang.
Helm melindungi dari banyak hal..





Punya Asuransi bukan berarti teman - teman pembaca menjadi sakti mandraguna (bukan mandragade ya), tidak akan ngejamin juga anti sakit dan hidup abadi. Asuransi CUMA meminimalkan resiko, saya ulangi ya.. Asuransi CUMA meminimalkan resiko, sekali lagi saya ulangi biar dapet piring cantik karena ngulangnya udah 3x.. Bahwa Asuransi CUMA meminimalkan resiko.

Dan apasih yang bisa diminimalisir dengan CUMA Asuransi? Dengan Asuransi, teman - teman pembaca bisa meminimalisir :
1. Biaya rumah sakit yang notabenenya tiap tahun makin mahal.
2. Selain jiwa dan raga seseorang meninggal, maka penghasilannya / income nya pun akan ikut meninggal bersamanya sehingga bisa meminimalkan resiko keluarganya akan TERKAGET dikarenakan penghasilan seorang kepala keluarga tiba - tiba menghilang.
3. Apabila butuh dana darurat atau persiapan bekal masa depan pendidikan anak bisa bermanfaat atau bahkan untuk dana pensiun kita.

CUMA itusih sebuah Asuransi, jadi please deh jangan suka bandingin dengan Allah Yang Maha Kuasa levelnya udah tinggi banget gak terbatas.

Kalau yakin gak bakal jatoh, gakpapa sih gak usah pake Helm, pelindung dan lain- lain.
Kalau yakin motor bakal sampe tujuan, coba deh gak usah isi bensin.

Saran sih, temen - temen pembaca cobalah ayo jaga kesehatan, akhlak di dalam keluarga, perbaiki ekonomi kita dan tentunya punya Asuransi Kehidupan.

Yah Wallahualam saja deh, Saya sih cuma ikhtiar aja ngasih yang terbaik buat keluarga saya sendiri, kamu dan juga orang sekitar.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram


Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik.

Asuransi dan Analogi Nasi Digoreng / Nasi Goreng

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , No comments



Assalamualaikum.
Bismillah, suatu kalimat yang sangat terahmati dan menghasilkan berkah apabila kita mengucapkannya disetiap kita melakukan sesuatu yang baik. Sudah kurang lebih 3 bulan tidak membuat artikel menarik terkait perencanaan keuangan. Sekarang ini saya mau membahas perencanaan keuangan di Asuransi itu seperti anda membeli sepiring nasi goreng. Anda bisa memilih nasi goreng seperti apa sesuai menu yang disajikan. Bisa pesan nasi goreng telur, nasi goreng ayam, nasi goreng ati ampela atau nasi goreng sosis dan masih banyak lagi. Dalam asuransi kebanyakan yang diketahui masyarakat adalah paket perlindungan biaya apabila terjadi resiko dalam kesehetan dan jiwa (baca : kehidupan).

Sebenarnya sama halnya dengan analogi nasi goreng tadi, teman - teman pembaca bisa memilih jenis nasi goreng apa yang diinginkan, bahkan hanya nasi kemudian di goreng pun judulnya tetap nasi goreng. Untuk informasi bagi teman - teman pembaca ketahui dalam Asuransi Jiwa (sekali lagi bacanya adalah Asuransi Kehidupan), bisa kalian pilih apakah mau satu paket yaitu asuransi jiwa, kesehatan, investasi dan pembebasan premi? Apakah Asuransi Jiwa dan Kesehatan saja tanpa investasi? atau Asuransi Jiwa dan Investasi? eh bisa juga Asuransi Jiwanya saja (nasi digoreng saja tanpa telur, sosis, ayam dll). Penasaran? Silahkan hubungi nomer di bawah ini atau kepada orang yang membagikan tulisan ini.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram

Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik.

Unitlink Syariah dan Bawang Ketoprak

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , , , , , No comments


Bismillah.. Semoga Allah senantiasa memberikan karunia kepada saudara - saudaraku yang membaca tulisan ini serta diberikan banyak ilmu bermanfaat.

Baiklah, bisa kita mulai ya teman - teman pembaca, saya mau sedikit bercerita tentang bawang putih.

Yang spesial dari komoditas yang satu ini bahwa hampir seluruh menu masakan indonesia menggunakan benda ini untuk membangkitkan rasa gurih ketika dipadu dengan garam.

Betul, dia adalah BAWANG.

Dan tahukah bahwa harga bawang ini sangat fluktuatif sampai-sampai ada laman khusus dari pemerintah untuk memantau harga bawang harian. Ya, HARIAN.

Silakan dicek di sini :

https://ews.kemendag.go.id/bawangmerah/DailyPriceBawang.aspx

Dan marilah kita simak kisah kedua warung ketoprak di bilangan Jakarta Selatan ini. Keduanya sama-sama ramai dan citarasanya yang mantap. Kata orang-orang, bawangnya berani!


WARUNG HEMAT
Sesuai namanya, hemat di biaya. Itu aja.


WARUNG TEPAT
Ada yang unik sama warung ini. Tiap pelanggannya punya semacam kartu member. Di harganya tercantum tambahan beberapa rupiah. Namanya “biaya kenikmatan”.

***

Suatu hari di tahun 2015

Harga bawang naik cukup signifikan. Hari-hari pertama Warung Hemat masih bertahan. Namun lama-lama mereka sudah tidak kuat menyajikan ketoprak dengan cita rasa dahsyatnya. Pelanggan mulai merasa tidak nyaman.

Pekan berikutnya, Warung Hemat berpikir bahwa mereka tida ingin lagi mengorbankan rasa. Dan konsekuensinya, mereka menaikkan harga ketoprak andalannya 20% dari harga normalnya. Kembali, beberapa pelanggan cemberut dibuatnya.

Serba salah..

Tapi mari kita tengok Warung Tepat. Pelanggannya tetap ramai seperti biasa. Membernya tetap menikmati hidangan favorit mereka dengan senyum. Ada apa?

Ternyata para member ini baru merasakan apa yang selama ini mereka ikhlaskan. Biaya kenyamanan ini yang tetap membuat cita rasa Ketopraknya terjaga.

Di saat harga bawang melonjak naik, biaya simpanan ini yang membuat para pelanggan ini tetap menikmati semaian bawang di dalam bumbu Ketoprak favorit mereka.

Bahkan saat pelanggan tidak punya uang buat makan, mereka boleh ambil “tabungannya” untuk tetap menikmati ketoprak nikmat seperti hari-hari biasanya.

***

Sahabat,
Tidak ada yang salah dalam keduanya.
Yang ada hanyalah konsekuensi atas pilihan.

Saat Warung Hemat tetap memaksakan diri untuk memberikan citarasa normal dengan harga normal dalam kondisi harga bawang yang sedang naik, maka secara teknis akan ada penurunan profit, operasional yang dipangkas : AC yang tak lagi dinyalakan, pegawai yang perlu dikurangi, sampai mungkin harus pindah ke tempat yang lebih kecil untuk mengurangi biaya sewa.

Kita sebagai pelanggan mungkin akan bilang ,”Ya itu kan risiko Anda buka warung Ketoprak”. ^_^

Dan kita lihat bagaimana Warung Tepat mencoba mengamankan kenyamanan pelanggannya. Mereka  menyimpankan uang pelanggannya untuk jaga-jaga kalau di masa depan harga cabe atau bawang naik, para pelanggan tetap mendapatkan kenyamaman seperti biasa dari harga dan cita rasa. Dan , uang kenyamanan itu tetaplah milik pelanggan. Warung Tepat hanya menyimpankannya….

***

Dan itulah kira-kira Unit Link.
Ini adalah program ASURANSI (syariah) yang berbasis investasi. BUKAN produk investasi.

Sebagian kecil dari premi yang dibayarkan disimpankan dalam bentuk unit investasi. Untuk apa? Untuk menjaga kenyamanan nasabahnya agar tetap dapat mendapatkan hak asuransi nya saat dibutuhkan.

• Saat kalau-kalau lupa bayar premi, maka biaya premi akan dibayarkan oleh cadangan unit investasi ini

• Saat kalau-kalau gagal debet rekening yang dapat menyebabkan sebuah polis jadi nonaktif tanpa kita sadari, maka cadangan unit investasi ini yang mengamankan

• Saat kalau-kalau terjadi ketiadaan cashflow untuk membayar premi bulanan, maka biaya asuransi akan ditalangi oleh cadangan unit investasi ini sehingga polis tidak serta merta hangus

• Dan jika 3 hal di atas tidak harus terjadi, maka unit investasi cadangan yang tersimpan masih tetap menjadi milik nasabah.

Unit Link,
Justru penting untuk menjaga agar fungsi asuransinya dapat berjalan sesuai rencana sehingga keluarga kita tetap nyaman karenanya.

Yang terpenting, seseorang perlu menahami bagaimana produk fenomenal yang adil dan humanis ini bekerja agar dapat berfungai optimal.

Maka dari itu gunanya unitlink adalah untuk jangka panjang. Mari rencanakan masa depan yang lebih cerah.

Sumber : Tulisan Gusnul Pribadi "Unitlink dan Bawang Ketoprak"

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram

Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik.

UANG GAK BALIK FULL! SEMOGA BERKAH BUAT PERUSAHAAN ASURANSI DAN AGENTNYA!

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , , No comments



Assalamualaikum, Semoga ALLAH senantiasa melindungi saudaraku yang membaca tulisan ini dan juga diberikan karunia berupa ilmu dan harta halal melimpah serta kesehatan, kelancaran segala urusan, diberikan yang terbaik dari ALLAH. Karena DIA lah yang maha pengasih, penyayang, merawat ciptaan Nya.

Bismillah. Qadar Allah, dari seorang sahabat yang terbesit keinginan menutup polisnya kemudian mengeluarkan bentuk kalimat kekecewaan sehingga saya terinsipirasi membuat tulisan ini.

Kali ini kita bahas (lagi) tentang Asuransi Syariah. Menjawab keberatan nasabah tentang isu Mengambil Harta Dengan Cara Dzolim. Keberatan ini seringkali muncul ketika nasabah menyadari bahwa nilai tunainya tidak seperti yang beliau harapkan ketika diawal membuka polis Asuransi Syariah. Ada kemungkinan yang terjadi :
1. Bisa jadi memang si agennya kurang tepat menggambarkan ketidakpastian investasi sehingga nasabah berpikir tidak sesuai dengan yang agen maksudkan tentang porsi investasi di Asuransi Unitlink;
2.  Atau mungkin aja sih dan ini yang kebanyakan saya temukan bahwa emang pemahaman nasabah terhadap agen yang emang belum sesuai.

Jadi, ketika ternyata investasinya TIDAK sebesar jumlah premi yang dibayarkan, maka muncullah stigma bahwa Asuransi mengambil harta dengan cara yang tidak baik (batil). Sebenarnya topik ini dapat saja terjadi di penjualan apa saja. Mari kita ambil contoh yang sederhana.

Ketika seseorang membeli sebuah jenis makanan, sering ditanya :

"Dek, mau toppingnya 2 atau 3?"

Kemudian si adik bilang "dua aja mbak..." (si adik memilih angka yang kecil karena khawatir uangnya tidak cukup)

Dan ketika membayar, sang kasir bilang "Dek, uangnya kurang Rp. 5.000,-"

Si Adik bengong, sambil menunjuk harga di papan.

Dan sang kasir bilang "Oh, kalau itu harga dengan 1 topping dek. Tadi adek kan mau 2 topping, jadi ada tambahan Rp. 5.000"

Bisa ya dirasain ini?
Kalau anda ada di posisi si adek ini. Bagaimana anda ingin diperlakukan?
.
.
.
.
.
.
.
.
Ya benar, kalau saya tebak pikiran anda, mungkin anda berpikir seperti ini :
Sebaiknya penjualnya menjelaskan harga 1,2 dan 3 topping pada si adek. Sehingga adek dapat memili dengan baik dan terbuka.

Baik. Semoga kita sudah dapat esensinya tentang mengambil harta dengan cara yang kurang tepat.

Maksudnya apa?
Bukankah si adek mendapatkan apa yang dia bayar walau Rp. 5000,- lebih mahal?

Sama seperti Asuransi (Syariah). Jadi ide awalnya adalah, ceritakan mekanisme alur uang calon nasabah.


Premi
.
.
.
Wakalah + Investasi
.
.
.
Biaya Asuransi
.
.
.
Iuran tabaru' yang dihibahkan

Intinya ya temen - temen, topik keberatan itu muncul bukan karena produknya. Melainkan adalah karena kekurangancakapan sebagian besar nasabah akan pemahaman tersebut atau dari sisi agennya menjelaskan aliran uang premi nasabah ketika mereka memiliki polis ini.


1. Ketika nasabah membayar premi Rp. 500.000,-, maka premi itu langsung dibagi 2 yaitu bagian proteksinya (1) dan bagian investasinya (2). Jika dijumlahkan poin 1 dan 2 = Rp. 500.000,-. 

2. Nah apa yang terjadi dengan biaya Rp. 350.000,-? Maka uang tersebut akan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu biaya wakalah (3) dan sebagian dialokasikan ke Pru saver (4). Di tahun pertama 80% dari Rp. 350.000,- dijadikan biaya wakalah menjadi Rp. 280.000,- (3). Setelah diambil menjadi biaya wakalah sebesar Rp. 280.000,-, maka sisanya yang Rp. 70.000,- akan dimasukan ke Pru Saver (4).

3. Lalu bagaimana dengan alokasi dana asli dari Pru Saver yang Rp. 150.000,- (2)? Uang tersebut akan diambil 5% dari Rp. 150.000,- sebagai biaya wakalah investasi (5) sebesar Rp. 7.500,- dan 95% dari Rp. 150.000,- yaitu Rp. 142.500,- menjadi investasi (6).

4. Kemudian bagaimana investasinya? Jadi seperti ini.. Poin 4 dan 6 akan dijumlahkan menjadi Rp. 212.500,- (7) yang disebut total saver sebelum biaya tabaru'. Dana tersebut akan dikonversikan menjadi bentuk unit / investasi lebih mudah membayangkannya adalah lembaran saham. Contoh harga unit investasi pada hari itu per unit adalah Rp. 2.123/unit. (8). Maka poin (7) akan dikonversikan menjadi unit. Maka
Rp. 212.500,- : Rp. 2.123/unit = 100.09 unit (9).

5. Setelah itu berapa yang menjadi investasi sebenarnya? Kita akan lihat ada biaya apa saja sih? yuk..
a. yang pertama ada biaya admin (10), biaya admin itu adalah Rp. 37.500,- atau 17.66 unit;
b. lalu berapa biaya asuransinya? (11), contoh disini adalah Rp. 100.000,- atau 47.10 unit;

untuk informasi biaya asuransi dibagi menjadi 2 yaitu adanya biaya ujrah / upah (12) pengelolaan resiko yang dimana diberikan kepada si pengelola dalam bentuk rupiah Rp. 50.000,-. Kemudian berapa iuran tabaru'nya? sama saja dengan porsi biaya ujrah yaitu 50% dari poin (11) sebesar Rp. 50.000,- yang dimana akan dihibahkan menjadi DANA TABARRU (13). Dan sebenarnya dana sosialnya itu ada di Dana Tabarru.

Kembali ke biaya, berapa total biayanya? poin 10 + 11 = 64.77 unit (14), sehingga 100 unit (9) yang harusnya masuk ke investasi menjadi 35.33 unit (100 unit - 64.77 unit) (15).
Dan inilah yang masuk ke Pru Saver, kok kecil sekali rief cuma 35.33 unit? Gak kok, nanti di tahun 2, 3, 4, 5 dan seterusnya komposisinya akan berubah semakin besar. Maka dari itu ini adalah tempat mengelola dana jangka panjang, kalau misalnya diambil jangka pendek ya jelas rugi mending simpen duitnya di Bank saja. (Baca : RUGI IKUT ASURANSI!)

Kalau ada nasabah yang complain saat menutup polisnya di tahun jangka pendek, kemudian dia tau nilai tunainya tidak sebanding apa yang dikeluarkan maka tidak sedikit nasabah yang mengeluarkan kalimat "semoga berkah uang saya yang tidak dikembalikan tersebut buat perusahaan dan agentnya" (yang sebenarnya lebih ke artian "saya gak punya uang lagi dan gak sanggup nerusin nominal tersebut"). Maka dapat saya jawab, Insya Allah berkah, karena anda sudah menyisihkan uangnya ke dalam Dana Tabarru yang dimana fungsi dana tersebut adalah menolong nasabah lain yang sedang kesulitan dana untuk biaya kesehatan dan santunan kepada ahli waris yang ditinggalkan saudara kita. Ada unsur sodaqohnya kan? Iya dong ^_^.

"Percaya sama Allah aja rief, Insya Allah, Allah SWT bakal bantu kalau hambanya kenapa2, selama dia memohon meminta pertolongan dan perlindungan sama Allah SWT"
ada yang salah dengan kalimat itu? gak ada yang salah dengan kalimat tersebut, benar! harus mintanya sama Allah SWT berupa pertolongan dan perlindungan. Yang SALAH adalah tidak berdoa dan memintanya sama sekali.

Insya Allah dengan Infaq dan Sodaqah, Allah akan memberikan balasan berupa kesehatan, rejeki melimpah dan diperlancar segala urusan sehingga tidak sampai menggunakan fasilitas proteksi dari Asuransi (Syariah) tersebut yaitu Dana Tabarru nya.

Sekian penjelasannya, Jazakallah khair.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram

Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik

PILIH 1 ATAU 2?

BY Arief Hidayatullah IN , , , , , , , , No comments


Bismillah, Jakarta pagi hari sabtu tanggal 29 April 2017.
Hari itu adalah salah satu hari besar buat kami, dikarenakan adanya perayaan wisuda adik ipar yang mendapatkan gelar S. Kom. Dari subuh kami sudah bersiap untuk antisipasi tidak mengalami keterlambatan saat tiba di tujuan yaitu gedung Sasono Utomo - Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Saat tiba di Taman Mini Indonesia Indah teringat masa lalu saat masih kecil dimana suasana tidak sepadat saat ini, beneran padat banget. Sampai di jalan Taman Mini mengalami kemacetan, dulu sangat - sangat lengang. Sembari menunggu yang diwisuda selesai acaranya, kami gelar tikar untuk sekedar merenggangkan kaki dan badan. Bercanda gurau dengan istri dan sikecil. Dan tersadar bahwa "Zaman Dulu" sudah terlewati dan ada banyak perubahan secara sadar atau tidak kita sadari serta bukan hidup di zaman dulu melainkan zaman sekarang.

Beginilah Jakarta, dimana waktu sangat berharga bagi penghuninya disamping karena macet dan dimana waktu tidak bisa diputar kembali. Ada dua jenis tipe pengguna waktu untuk keluarga yaitu :
1. Seseorang yang mementingkan waktu untuk keluarganya.
2. Seseorang yang perlu melakukan pengorbanan untuk mendapatkan waktu untuk bersama keluarganya.

Jadi, yang mana tipe kalian? Nomor 1 atau 2?
Akankah nanti saat masuk usia pensiun kalian harus tetap bekerja? Iya atau tidak?
Apapun jawabannya bagi pembaca tulisan ini yang belum memasuki usia pensiun, adalah jawaban tidak pasti. Karena mereka belum tau saat pensiun nanti seperti apa (mau tipe yang menikmati usia pensiun atau masih terus bekerja untuk bertahan hidup sebagai penunjang biaya sehari - hari). Silahkan Klik untuk membaca artikel terkait pensiun.

Untuk itu pentingnya bekal program perencanaan dari mulai muda agar masa pensiunnya bisa lebih menikmati. Ada beberapa cara, dapat saya sebutkan antara lain adalah menabung atau berinvestasi.
Menabung, dalam hal ini perlu digaris bawahi ialah kegiatan tersebut sebagai menyimpan uang entah jangka pendek atau jangka panjang.
Investasi, dalam hal ini berbeda dengan menabung. Perbedaanya adalah disini tempat mengelola dana, bukan tempat untuk menyimpan uang. Dan namanya investasi sudah dipastikan jangka waktunya sangat panjang, toh kalau mau diambil dalam jangka pendek sudah dipastikan rugi kalau itu dilakukan lebih baik menabung.

So.. kembali lagi ke bagian poinnya mau tipe nomor 1 atau 2?
1. Seseorang yang mementingkan waktu untuk keluarganya. Tempat untuk curhat suami, istri atau anak - anaknya. Menghabiskan banyak waktu dan momen berharga dengan mereka. Menjadikan keluarga sebagai madrasah untuk anak - anaknya.
2. Seseorang yang perlu melakukan pengorbanan untuk mendapatkan waktu untuk bersama keluarganya. Tipe ini sangat disibukan dengan pekerjaan dan keduniawian. Jangan sampai suami anda merasakan punya suami tapi seperti gak punya suami, punya istri tapi serasa gak punya istri, punya ayah / ibu tapi terasa tidak punya orang tua disebabkan kesibukan pekerjaan masing - masing.

Kalau saya pribadi sih pilih Waktu untuk keluarga, bisa jalan - jalan seperti liburan ke Taman Mini Indonesia Indah. Murah meriah, putri kecilku senang, kami sebagai orang tuapun ikut senang melihat dia ketawa bahagia.

Jadi sepakat ya untuk teman - teman pembaca mengenai pentingnya perencanaan keuangan yang tepat. Jika ada penulisan yang salah atau ada yang tersinggung dengan tulisan saya ini saya mohon maaf, karena sesungguhnya khilaf berasal dari saya dan kebenaran hanya dari Allah SWT.

Arief Hidayatullah, SH, MH
Financial Consultant
Prudential Syariah
081280155666
Follow Instagram
Add Facebook
Follow dan Like Fanspage untuk mendapatkan informasi, tulisan dan penawaran investasi menarik